SEMARANG — Pemprov Jawa Tengah tidak ingin sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Target yang lebih berat dibebankan kepada 67 kafilah yang kini tengah dipersiapkan: merebut prestasi tertinggi di kompetisi tahun depan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kesuksesan acara tanpa dibarengi hasil manis dari para peserta dianggap belum lengkap. Ia menyebut penyelenggaraan yang baik harus berjalan beriringan dengan pencapaian kafilah.
"Ini baru jagoan," ujarnya saat meninjau pelatihan di Asrama Haji Transit Manyaran, Rabu (2/9/2026).
Target Ganda Tuan Rumah dan Kafilah Berprestasi
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki modal besar untuk bersaing. Jumlah penduduk muslim yang besar, ribuan masjid dan musala, serta banyaknya hafiz dan hafizah menjadi dasar optimisme tersebut.
Namun, modal dasar itu tidak akan berarti tanpa kerja keras. Kepala daerah meminta para peserta memaksimalkan masa pelatihan karena keberhasilan tidak bisa diperoleh secara instan.
"Keberhasilan suatu kegiatan itu dari latihannya. Porsinya 70 persen latihan, yang 30 persen pelaksanaan. Perhatikan segala arahan dari para pelatih. Betul-betul kita hayati, tidak hanya menjadi pengalaman untuk diri sendiri, tetapi juga pengalaman untuk masa yang akan datang," pesannya.
Beban moral juga disematkan kepada para kafilah. Mereka tidak lagi membawa nama pribadi atau daerah asal, melainkan nama besar Jawa Tengah di pentas nasional.
Pelatihan Masuki Periode Keenam, Fokus pada Simulasi Penilaian
Koordinator Pelatih Kafilah Jawa Tengah, Sofyan Hadi Musa, mengungkapkan bahwa pelatihan telah memasuki periode keenam. Tahap ini bukan lagi sekadar penguasaan materi, tetapi pendalaman teknis tampil di hadapan dewan hakim.
"Fokus utamanya simulasi bagaimana tampil di MTQ, kemudian dinilai dan diberikan masukan supaya tidak ada kekurangan, apalagi kesalahan ketika tampil," jelas Sofyan.
Selain kemampuan teknis membaca dan menghafal Al-Qur'an, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat kondisi mental. Peserta dibiasakan tampil tenang dan konsisten di bawah tekanan.
67 Peserta Didampingi 26 Pelatih
Pelatihan ini diikuti oleh 56 peserta inti dan 11 peserta cadangan. Mereka tidak berlatih sendiri—terdapat 13 pelatih nasional dan 13 pelatih lokal yang mendampingi setiap sesi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya kepercayaan diri. Menurutnya, penguasaan teknis yang sudah matang harus ditunjang kesiapan menghadapi tekanan psikologis saat perlombaan berlangsung.
Dengan persiapan yang terstruktur ini, Jawa Tengah berharap bisa keluar sebagai juara umum di rumah sendiri sekaligus membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah yang andal.