JAWA TENGAH — Realisasi belanja negara melalui APBN di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat Rp11,61 triliun hingga Juli 2026. Jumlah itu mencakup belanja pemerintah pusat dan Transfer ke Daerah (TKD), dengan penyerapan anggaran yang berjalan beriringan dengan pelaksanaan program prioritas seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.
Plt Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY, Pudji Ardi Susatyo Achmadi, merinci belanja pemerintah pusat mencapai Rp6,27 triliun atau 52,85 persen dari pagu. Komponen terbesar masih didominasi belanja pegawai yang terserap Rp3,67 triliun (63,13 persen), disusul belanja barang Rp1,82 triliun (45,31 persen), dan belanja modal Rp774,16 miliar (38,27 persen).
Program Strategis Nasional Berjalan di DIY
Dukungan APBN terhadap agenda prioritas pemerintah terlihat dari operasional MBG yang kini melibatkan 402 Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG). Sebanyak 16.513 petugas dan 2.448 supplier dikerahkan untuk melayani 888.963 penerima manfaat di sebagian besar sekolah sasaran awal.
Di sektor perumahan, permintaan FLPP tercatat tinggi dan tersebar di 4 kabupaten/kota dengan total 25 perumahan. Program tersebut melibatkan 8 bank, 4 asosiasi, dan 33 pengembang, dengan capaian 214 unit rumah yang telah dibangun sepanjang 2026.
Sekolah Rakyat juga resmi beroperasi di Bantul dan Sleman. Dua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) itu menampung 275 murid dari keluarga kurang mampu dengan kurikulum nasional yang diperkaya program karakter.
Serapan TKD dan Pendapatan Negara
Penyaluran TKD sebagai dukungan APBN terhadap APBD mencapai Rp5,33 triliun atau 64,79 persen dari alokasi. Sementara itu, dari sisi penerimaan, pajak menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp3,43 triliun (47,95 persen dari target), didominasi Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai.
Penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp431,17 miliar, dengan kontribusi utama dari cukai sebesar Rp425,45 miliar. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp1,70 triliun atau 61,05 persen dari target.
"Penerimaan PNBP sebesar Rp1,70 triliun atau 61,05% dari target. Kinerja pendapatan BLU mencapai Rp1,38 triliun atau 55,01% dari target. Sedangkan Penerimaan PNBP lainnya Rp316,16 miliar atau 117,84% dari target," ujarnya.
Koperasi Merah Putih dan Dukungan Dana Keistimewaan
Program Koperasi Merah Putih (KMP) turut menjadi perhatian. Secara nasional, 438 koperasi telah diresmikan pada Juli 2025. Khusus di DIY, pengembangan KMP didukung Dana Keistimewaan melalui inkubasi koperasi dan integrasi dalam platform Sibakul.
Pemerintah menegaskan komitmen menjaga standar menu, kualitas, dan distribusi tepat waktu dalam pelaksanaan MBG di DIY. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran.