REMBANG — Antusiasme pengunjung terhadap kuliner khas Rembang di ajang Festival Jamu dan Kuliner XI tercatat sangat tinggi. Dalam tiga hari penyelenggaraan, dua menu andalan daerah berhasil habis terjual, menandakan potensi besar warisan kuliner lokal di mata masyarakat luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengungkapkan bahwa angka penjualan tersebut membuktikan rasa penasaran publik terhadap cita rasa khas Rembang. “Dalam kurun waktu tiga hari penyelenggaraan, hampir 400 porsi Lontong Tuyuhan habis terjual dan lebih dari 1.000 tusuk Sate Serepeh disabu pengunjung,” ujarnya, Rabu (26/8).
Dua Menu Andalan yang Menjadi Primadona
Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dimiliki Kabupaten Rembang. Tingginya minat pengunjung festival dinilai mempertegas bahwa kuliner tersebut memiliki nilai historis dan cita rasa yang layak untuk terus dilestarikan.
Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa produk lokal Rembang mampu bersaing di tingkat provinsi. Isti menegaskan, nilai jual yang tinggi ini harus dimanfaatkan sebagai modal untuk memperkenalkan Rembang lebih luas lagi, tidak hanya di lingkup Jawa Tengah.
Target Promosi Menembus Pasar Internasional
Ke depan, Dinbudpar Rembang berkomitmen untuk tidak berhenti di festival tingkat provinsi. Pemkab Rembang membidik ruang promosi yang lebih luas, mulai dari panggung nasional hingga menembus pasar mancanegara.
Langkah ini sejalan dengan upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Dengan reputasi yang sudah terbangun di festival kali ini, Rembang berupaya menjadikan kuliner sebagai duta daerah untuk menarik minat wisatawan asing.
Sinergi Menuju Industri Pariwisata yang Maju
Untuk mewujudkan target ekspansi promosi tersebut, kolaborasi menjadi kunci utama. Isti menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk mitra pendukung dan para pelaku subsektor ekonomi kreatif binaan di wilayah Rembang.
“Dinbudpar siap bersinergi dengan mitra pendukung serta para pelaku subsektor ekonomi kreatif binaan di wilayah Rembang agar industri pariwisata daerah semakin maju dan dikenal luas,” tegas Isti.
Partisipasi aktif dalam berbagai ajang promosi kepariwisataan akan terus digencarkan. Hal ini mencakup tidak hanya sektor kuliner, tetapi juga produk unggulan daerah lainnya yang memiliki potensi untuk diangkat ke permukaan.