DEMAK — Puluhan siswa baru di SMP Bustanu Usysyaqil Qur’an (BUQ) Kabupaten Demak menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang tidak biasa. Selain berkeliling mengenal kelas dan asrama, mereka mendapat pembekalan langsung dari seorang ahli psikologi Islam yang didatangkan dari Semarang.
Mengapa Psikologi Islam Dianggap Penting untuk Siswa Baru?
Kepala SMP BUQ Demak, Riki Fadli Putra, mengatakan materi tersebut diberikan agar para siswa memiliki fondasi mental yang kuat sebelum menjalani aktivitas belajar di sekolah maupun kehidupan di lingkungan pesantren. “Kami ingin menekankan kepada anak-anak mengenai pentingnya tertib dan disiplin, baik di lingkungan pesantren maupun di sekolah. Selain itu juga ditekankan tentang akhlak kepada guru, hubungan yang baik dengan teman, hingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam MPLS tahun ini. Sebab, seluruh siswa yang belajar di SMP BUQ juga tinggal di asrama. Pembinaan sejak hari pertama dinilai krusial untuk membentuk kebiasaan positif.
Bukan Hanya untuk Siswa Baru, Seluruh Kelas Ikut Serta
Pelaksanaan MPLS berlangsung selama dua hari, pada Senin (13/7/2026) hingga Selasa (14/7/2026). Uniknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh peserta didik baru, tetapi juga melibatkan siswa kelas VIII dan IX. Riki menjelaskan, keterlibatan seluruh jenjang dilakukan agar materi pembinaan karakter dapat dirasakan oleh semua siswa, bukan hanya yang baru masuk.
57 Siswa Baru Lolos Seleksi Ketat, Ada yang dari NTT
Pada tahun ajaran ini, SMP BUQ menerima 57 siswa baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Mereka lolos melalui proses seleksi yang meliputi tes membaca dan menulis Al-Qur’an, tes akademik, serta wawancara.
Mayoritas peserta didik berasal dari Kabupaten Demak. Namun, sekolah berasrama khusus putra tersebut juga menerima siswa dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Kendal, Pekalongan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kesempatan bagi Semua Kalangan, Sekolah Buka Diri
Menurut Riki, sekolah terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat. Meskipun banyak siswanya berasal dari keluarga menengah ke atas, kesempatan untuk bergabung tetap diberikan kepada calon siswa dari keluarga menengah ke bawah selama mampu memenuhi persyaratan seleksi.
Setelah MPLS, Langsung Belajar dan Cari Bakat
Setelah MPLS selesai, seluruh siswa baru langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa sambil beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan pondok dan sekolah. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler akan mulai berjalan pada pekan berikutnya. Saat ini sekolah masih membuka proses pendaftaran agar setiap siswa dapat memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya.
Riki berharap rangkaian pembinaan sejak awal tahun ajaran ini mampu membantu siswa beradaptasi lebih cepat, membentuk karakter yang baik, sekaligus meningkatkan semangat belajar. Dengan bekal akademik, pendidikan agama, dan pembinaan psikologis, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di lingkungan pesantren maupun kehidupan bermasyarakat.