KEBUMEN — Gema persiapan Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 mulai terasa hingga ke tingkat internasional. Ajang yang akan berpusat di Benteng Van der Wijck, Gombong, ini rencananya digelar pada 27-29 Agustus 2026 dan mengusung konsep business-to-business (B2B) serta business-to-consumer (B2C).
Ketua Panitia KTM 2026, M. Wahid Supriyadi, yang merupakan diplomat senior dan mantan Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus (2014-2020), memimpin langsung persiapan hajat besar ini. Ia didampingi Rike Sumangkut sebagai event organizer, serta pengusaha asal Kebumen, Tiso, dan Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan Koperasi Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), Hj. Sri Sugiarti.
Dua Sektor Unggulan: Geopark hingga Gula Semut
KTM 2026 memprioritaskan dua sektor utama. Pertama, pariwisata unggulan yang disebut tidak ada duanya di Indonesia, seperti Geopark Kebumen yang dikenal sebagai "Mother Earth of Java". Kedua, produk UMKM lokal seperti gula semut dan aneka makanan ringan yang telah melalui proses kurasi.
Dari total 40 produk UMKM yang dikurasi, sebanyak 10 produk didominasi makanan ringan yang dinilai memiliki prospek ekspor besar. "Kami prioritaskan UMKM yang produknya siap untuk diekspor," ujar Rike Sumangkut.
Benteng Oktagonal Jadi Pusat Acara
Lokasi utama KTM 2026 adalah Benteng Van der Wijck di Gombong, satu-satunya benteng oktagonal di Indonesia yang usianya lebih dari dua abad. Situs bersejarah dengan dinding bata merah tebal ini akan menjadi pusat pertemuan antara seller dan buyer dari seluruh Indonesia dan mancanegara.
Untuk kegiatan B2B, panitia menyiapkan table top pada hari pertama yang mempertemukan langsung penyedia layanan pariwisata—seperti hotel, restoran, dan desa wisata—dengan agen perjalanan dan tour operator.
Buyer Asing Siap Hadir, Termasuk dari Rusia
Country Director Mutigo Indonesia, Masni Eritrina, mengungkapkan bahwa pada 28 Agustus 2026, pihaknya akan menghadirkan buyer internasional yang telah mengonfirmasi kehadiran. "Termasuk dari Rusia dan China. Sebelumnya buyer dari Malaysia juga siap hadir," katanya.
Salah satu tamu penting yang dijadwalkan hadir adalah CEO Polibeli, platform digital yang selama ini memasarkan produk China di Indonesia. Melalui KTM 2026, Polibeli ingin membuka peluang sebaliknya: membawa produk-produk UMKM Kebumen ke pasar China.
Gratis untuk Umum, Ada Entrepreneur Award
Selama tiga hari penyelenggaraan, KTM 2026 juga membuka pintu untuk pengunjung umum secara gratis. Selain expo UMKM makanan dan minuman, panitia juga menggelar Entrepreneurship Award (EA) untuk mendorong semangat kewirausahaan di kalangan pelaku usaha lokal.
Para penggerak KTM 2026 yang tergabung dalam Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE) berharap event ini menjadi motor perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Kebumen. "Kami ingin mempromosikan dan menjual potensi Kebumen dari segi pariwisata dan UMKM," pungkas Rike Sumangkut.