Pencarian

Siswa Sekolah Rakyat Semarang Mulai MPLS di Asrama, 270 Anak Dijamin Bebas Perpeloncoan

Selasa, 14 Juli 2026 • 22:38:32 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Semarang Mulai MPLS di Asrama, 270 Anak Dijamin Bebas Perpeloncoan
siswa Sekolah Rakyat Semarang mengikuti MPLS di asrama dengan jaminan bebas perpeloncoan.

SEMARANG — Para siswa Sekolah Rakyat Kota Semarang telah menempati asrama sejak sehari sebelum MPLS dimulai. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai syarat awal sebelum mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan yang berlangsung sepanjang Juli 2026.

Agus Junaidi mengatakan konsep MPLS di sekolah berasrama ini tidak sekadar memperkenalkan ruang kelas atau jadwal pelajaran. Fokus utamanya adalah pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Konsep MPLS berlangsung sepanjang Juli. Kegiatannya bukan hanya pembelajaran, tetapi pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, tanpa kekerasan dan tanpa perpeloncoan. Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan, guru, kemudian dibiasakan patuh kepada orang tua dan guru,” ujarnya.

Orang Tua Bisa Menjenguk Setiap Hari

Meski menerapkan sistem asrama penuh, Pemkot Semarang memberikan kelonggaran bagi wali murid. Agus memastikan orang tua boleh menjenguk anak setiap hari di luar jam pelajaran, baik saat istirahat maupun setelah proses belajar mengajar selesai.

“Silakan datang setiap hari pada waktu istirahat atau di luar jam belajar. Sudah ada wali kelas, wali asrama, dan guru pendamping yang selalu mendampingi anak-anak,” jelasnya.

Kebijakan ini diambil agar orang tua dapat memantau langsung tumbuh kembang anak. Agus menambahkan, keterbukaan akses menjadi bagian penting untuk menghilangkan kekhawatiran bahwa anak-anak tidak betah tinggal di asrama.

Bagaimana Sistem Keamanan di Asrama?

Pemkot Semarang menyiapkan pengawasan berlapis di lingkungan Sekolah Rakyat. Agus menyebutkan seluruh area asrama telah dipasangi kamera pemantau atau CCTV. Selain itu, guru pendamping, wali asrama, tenaga pendidik, dan petugas keamanan siaga selama 24 jam.

“Di sini ada CCTV, guru pendamping, wali asrama, tenaga pendidik, dan petugas keamanan. Jadi orang tua tidak perlu was-was,” tegasnya.

Asrama putra dan putri juga telah dipisahkan secara tegas demi menjaga kenyamanan dan keamanan peserta didik.

Pembinaan Disiplin Melibatkan TNI-Polri

Kegiatan harian siswa dimulai sejak dini hari dengan salat Subuh berjamaah. Rangkaian dilanjutkan dengan apel pagi, sarapan bersama, olahraga, hingga proses belajar mengajar sampai sore hari.

Untuk pembinaan kedisiplinan, Agus mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan melibatkan unsur TNI maupun Polri. “Kalau untuk pembinaan disiplin nanti sifatnya tentatif. Bisa saja melibatkan TNI atau Polri karena memang lebih sesuai untuk pendidikan kedisiplinan,” ujarnya.

Kuota Penuh Setelah Penjangkauan ke Rumah Warga

Total 270 siswa yang diterima terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Pemkot juga menyiapkan kuota cadangan: sembilan siswa untuk jenjang SD dan dua siswa untuk SMP. Adapun jenjang SMA tidak memiliki daftar cadangan karena seluruh kuota telah terisi penuh.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengungkapkan bahwa awalnya kuota siswa SD masih kurang. Setelah Dinas Sosial mengerahkan pendamping PKH, PSM, dan TKSK untuk sosialisasi langsung ke masyarakat, minat pendaftaran meningkat drastis.

“Banyak yang awalnya khawatir soal asrama. Setelah kami edukasi dan sosialisasi lebih intensif, akhirnya mereka memahami bahwa kondisinya tidak seperti yang dibayangkan,” kata Agus.

Guru Diperbantukan dari Pemkot dan Pemprov

Untuk sementara, tenaga pengajar SD dan SMP berasal dari guru yang diperbantukan Pemerintah Kota Semarang. Sementara guru SMA berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rekrutmen guru khusus Sekolah Rakyat direncanakan baru akan dilakukan pada September 2026 mendatang.

Handi menambahkan, pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai 99 persen. Kementerian PUPR menargetkan seluruh pekerjaan rampung dan bersih pada 25 Juli 2026.

Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks