SEMARANG — Program sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui skema sekolah kemitraan mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya dirasakan oleh anak dari keluarga pengemudi ojek di Semarang yang sempat putus asa setelah gagal dalam seleksi penerimaan siswa baru di sekolah negeri.
Melalui program ini, anak tersebut akhirnya bisa duduk di bangku SMA tanpa dipungut biaya. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tidak lolos seleksi sekolah negeri, namun tetap ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Skema Sekolah Kemitraan: Solusi bagi yang Tak Tertampung di Negeri
Sekolah kemitraan merupakan skema di mana pemerintah daerah bekerja sama dengan sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri. Biaya pendidikan ditanggung penuh oleh Pemprov Jateng, sehingga tidak membebani orang tua siswa.
Program ini menjadi alternatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terkendala biaya. Seorang anak pengemudi ojek di Semarang menjadi salah satu penerima manfaat yang berhasil melanjutkan pendidikan berkat program tersebut.
Apa yang Membuat Program Ini Berbeda?
Tidak seperti beasiswa pada umumnya yang hanya mencakup biaya SPP, program sekolah kemitraan Pemprov Jateng juga mencakup kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. Hal ini memastikan siswa dari keluarga prasejahtera bisa mengikuti proses belajar mengajar secara optimal.
Pemerintah provinsi menargetkan program ini bisa menjangkau lebih banyak anak di seluruh Jawa Tengah yang terancam putus sekolah karena faktor ekonomi. Selain di Semarang, sejumlah daerah lain juga mulai mengimplementasikan skema serupa.
Dampak Langsung bagi Keluarga Prasejahtera
Bagi keluarga pengemudi ojek, biaya pendidikan anak kerap menjadi beban terbesar setelah kebutuhan pangan. Dengan adanya program ini, mereka bisa mengalokasikan penghasilan harian untuk kebutuhan lain tanpa harus mengorbankan masa depan anak.
Seorang warga Semarang yang anaknya menjadi penerima manfaat program ini mengaku sangat terbantu. Sebelumnya, ia semput khawatir anaknya harus berhenti sekolah karena tidak lolos seleksi di sekolah negeri dan tidak mampu membayar sekolah swasta.
Program sekolah kemitraan ini diharapkan terus berlanjut dan diperluas jangkauannya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah hanya karena masalah biaya atau tidak tertampung di sekolah negeri.