KENDAL — Kesbangpol Kendal memandang isu nasional yang berkembang belakangan ini tidak bisa dianggap enteng. Dampaknya, menurut mereka, bisa langsung terasa di level kabupaten, terutama jika menyangkut sentimen identitas atau politik identitas. Oleh karena itu, FKUB diminta untuk aktif memetakan potensi kerawanan dan memperkuat komunikasi antar tokoh agama.
Apa Saja Isu Nasional yang Diwaspadai?
Meski tidak merinci secara spesifik, Kesbangpol merujuk pada pola tahun politik dan perdebatan publik di media sosial yang kerap memanaskan suhu. Isu SARA, hoaks, hingga polarisasi politik dinilai sebagai pemicu klasik yang bisa menular ke daerah. "Kami minta FKUB tidak lengah. Isu dari luar bisa masuk dan memengaruhi warga di Kendal," ujar Kepala Kesbangpol Kendal dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Peran FKUB: Bukan Sekadar Forum Seremonial
FKUB selama ini dikenal sebagai wadah silaturahmi antarumat beragama. Namun, Kesbangpol ingin peran itu diperluas menjadi alat deteksi dini konflik. Mereka diminta tidak hanya aktif saat ada masalah, tetapi juga merancang program dialog lintas iman secara rutin. "Kuncinya ada di komunikasi. Kalau tokoh agama sudah saling kenal, isu apa pun bisa diredam," tambahnya.
Mengapa Daerah Rentan Terimbas?
Kendal merupakan daerah dengan komposisi masyarakat yang majemuk. Kondisi ini menjadi kekuatan sekaligus kerentanan jika tidak dikelola dengan baik. Kesbangpol mencatat, beberapa kali tensi sosial di daerah sempat meningkat akibat isu yang berkembang di luar Kendal. Pola ini yang ingin dicegah dengan memperkuat FKUB sebagai institusi penyeimbang.
Langkah selanjutnya, Kesbangpol akan menggelar pertemuan rutin dengan FKUB untuk membahas peta kerawanan. Mereka juga mendorong agar setiap kelurahan dan desa memiliki kader kerukunan yang bisa menjadi perpanjangan tangan di lapangan. Dengan begitu, potensi konflik bisa diantisipasi sejak dari akar rumput.