WONOGIRI — Ribuan warga memadati Lapangan Dusun Pondok, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, sejak sore hingga malam. Mereka mengikuti pengajian akbar dan bersholawat bersama, sekaligus menyaksikan penyaluran santunan yang dihimpun secara swadaya oleh para perantau bersama warga Manyaran yang kini tersebar di berbagai daerah.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 250 juta. Sebanyak 250 anak yatim piatu dan 100 kaum duafa se-Kecamatan Manyaran menjadi penerima manfaat dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 jemaah itu.
Forkopimcam dan Ketua DPRD Jateng Hadir Langsung
Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimcam Manyaran, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulyadi, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Zakaria Anan Fahrozi, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga berbagai organisasi keagamaan.
Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan para perantau. Menurutnya, kegiatan seperti ini layak menjadi contoh karena mampu mempererat tali persaudaraan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kegiatan ini adalah inspirasi bagi kita semua. Kami atas nama pemerintah kecamatan sangat mendukung agenda yang sarat akan nilai-nilai sosial dan religius ini. Semoga dapat terus menjaga tali silaturahmi serta memperkuat iman dan takwa kita," ujar Toto.
Revitalisasi Lapangan Jadi Pusat Kegiatan Warga
Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulyadi mengungkapkan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dukungan aspirasi telah menghasilkan perubahan nyata bagi fasilitas umum di Dusun Pondok. Salah satunya adalah revitalisasi lapangan yang kini menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat.
"Lapangan ini telah kita benahi bersama melalui pembangunan talud dan pelebaran area. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk kegiatan positif," tutur Mulyadi.
Keberadaan lapangan yang lebih representatif diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas sosial, olahraga, keagamaan, hingga berbagai kegiatan masyarakat lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Tausiyah dan Sholawat Bersama Gus Wahid Sarifudin
Suasana semakin syahdu saat Gus Wahid Sarifudin menyampaikan tausiyah yang mengajak seluruh jemaah untuk selalu mensyukuri setiap nikmat Allah SWT. Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat keimanan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.
Lantunan sholawat yang dipimpin bersama-sama membuat ribuan jemaah larut dalam suasana penuh kekhidmatan. Banyak peserta yang mengangkat tangan memanjatkan doa, berharap keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta rezeki bagi keluarga dan seluruh masyarakat.
Bagi warga Manyaran, kegiatan ini bukan sekadar pengajian akbar. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol kuat bahwa rasa memiliki terhadap kampung halaman tetap hidup meski jarak memisahkan. Para perantau membuktikan bahwa kesuksesan akan terasa lebih bermakna ketika mampu membawa manfaat bagi orang lain.