SEMARANG — Ribuan mahasiswa itu dilepas langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/1/2026). Mereka akan menjalani KKN tematik dan reguler yang diarahkan untuk mendukung program unggulan Pemprov Jateng, Kecamatan Berdaya.
Apa Itu Kecamatan Berdaya dan Mengapa Kecamatan Jadi Simpul?
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Pemerintah tidak bisa menjangkau semuanya secara langsung dari tingkat provinsi. Karena itu, kecamatan dipilih sebagai simpul koordinasi agar program pembangunan lebih efektif menyentuh desa.
“Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya. Kecamatan Berdaya ini adalah representasi aplikasi program bagi masyarakat desa,” ujar Luthfi usai acara pelepasan.
Peran Mahasiswa: Bukan Sekadar Kuliah Lapangan
Luthfi menegaskan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak boleh sekadar menjalankan agenda akademik tahunan. Mereka diminta mampu menghasilkan rekomendasi berbasis kajian lapangan yang bisa menjadi pijakan kebijakan pemerintah.
“Adik-adik nanti lahirkan bentuk KKN yang bisa memberikan masukan untuk Kecamatan Berdaya, terutama dalam rangka pengembangan wilayah sesuai kearifan lokal,” kata Luthfi.
Ia menambahkan, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting karena mahasiswa memiliki kemampuan mengidentifikasi persoalan sekaligus menawarkan solusi. Pembangunan wilayah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Unsoed Juga Terjunkan Mahasiswa, Fokus pada UMKM dan Stunting
Di hari yang sama, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen melepas mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk mendukung program serupa di wilayah penugasan masing-masing. Rektor Undip Suharnomo memastikan kampus akan mendukung program prioritas Pemprov Jateng melalui KKN reguler dan tematik.
“Kami akan support terus Pemerintah Jawa Tengah, baik melalui KKN reguler lewat OPD-OPD yang ada kerja samanya maupun KKN tematik yang dibutuhkan masyarakat di tempat masing-masing,” tutur Suharnomo.
Dukungan itu meliputi penguatan UMKM, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, hingga pemberdayaan masyarakat secara umum.
Target: KKN Jadi Laboratorium Pembangunan Desa
Pemprov Jateng berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Program Kecamatan Berdaya dirancang agar setiap kelompok KKN bisa melahirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan karakter daerah masing-masing.
Dengan diterjunkan di 10 kabupaten/kota, para mahasiswa diharapkan menjadi jembatan antara data lapangan dan kebijakan pemerintah. Hasil identifikasi mereka akan digunakan untuk menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran di tingkat kecamatan dan desa. (Rizky S/Lingkartv.com)