PATI — Ratusan mahasiswa penerima Beasiswa Garuda di Kabupaten Pati akhirnya bisa bernapas lega. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjamin seluruh biaya pendidikan 183 mahasiswa tersebut akan ditanggung hingga mereka wisuda, Senin (6/7/2026).
Jaminan itu disampaikan usai orang tua mahasiswa dan kuasa hukumnya beraudiensi dengan Plt Bupati di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pati. Sebelumnya, penyaluran beasiswa macet karena sejumlah perusahaan penggagas program menghentikan aliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pendidikan.
27 Mahasiswa Sempat Berhenti Kuliah
Kuasa hukum orang tua mahasiswa, Deddy Gunawan, mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana beasiswa telah berlangsung selama tiga bulan, sejak April 2026. Akibatnya, 27 mahasiswa terpaksa berhenti kuliah karena kehabisan biaya hidup.
“Yang berhenti kuliah 27 anak sempat terhenti, tapi ini bisa kuliah kembali. Harapannya anak-anak kita punya jiwa semangat lagi untuk selesai kuliah,” ujar Deddy kepada awak media usai pertemuan.
Ia menjelaskan, beberapa perusahaan yang beroperasi di Bumi Mina Tani dinilai tidak konsisten menjalankan komitmen awal untuk mendukung program beasiswa putra-putri daerah. “Tertunda karena beberapa perusahaan mengundurkan diri dan tidak konsisten di program tersebut,” tegasnya.
Dana Tertunda Akan Dibayarkan Minggu Depan
Pemkab Pati berjanji akan segera menuntaskan kewajiban yang tertunda. Deddy menyebut, dana beasiswa untuk periode April hingga Juni 2026 akan dicairkan pada pekan depan. “Pak Plt akan menyelesaikan sampai wisuda,” katanya.
Keputusan ini disambut lega oleh para orang tua mahasiswa yang sebelumnya mendesak Pemkab Pati untuk segera bertindak. Mereka menilai program Beasiswa Garuda sangat vital bagi kelangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pati.
Mengapa Dana CSR Berhenti Mengalir?
Deddy Gunawan menduga, penghentian dana CSR oleh sejumlah perusahaan terjadi karena perubahan prioritas anggaran internal masing-masing perusahaan. Padahal, komitmen awal telah disepakati bersama Pemkab Pati untuk mendukung biaya pendidikan tinggi.
“Perusahaan-perusahaan yang berdiri di Bumi Mina Tani telah berkomitmen untuk menggunakan dana CSR mendukung Pemkab Pati memberi beasiswa putra-putri dari Bumi Pesantenan untuk berkuliah di pendidikan tinggi,” ungkap Deddy.
Dengan adanya jaminan dari Plt Bupati, Deddy berharap para mahasiswa yang sempat terhenti studinya dapat kembali fokus menuntut ilmu. Program Beasiswa Garuda sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemkab Pati untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di daerah.