JAWA TENGAH — Jakarta – Momen unik mewarnai laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kolombia. Cristiano Ronaldo, yang menjadi sorotan karena sepatu spesialnya, justru memutuskan berganti alas kaki di babak kedua. Keputusan itu diambil setelah pemilik lima Ballon d'Or tersebut gagal memaksimalkan peluang selama 45 menit awal.
Sepatu Emas untuk Enam Edisi Piala Dunia
Nike merilis sepatu Mercurial Superfly 11 Gold Scorpion secara khusus untuk Ronaldo. Sepatu bernuansa emas itu merayakan pencapaian CR7 sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Hanya 2.026 pasang yang diproduksi, merujuk pada tahun penyelenggaraan turnamen.
Setiap pasang dibanderol 242 poundsterling atau sekitar Rp5,7 juta. Logo CR7 yang ikonik menghiasi bagian tumit sepatu tersebut. Ronaldo sempat memakainya saat sesi latihan sebelum pertandingan melawan Kolombia.
Babak Pertama Tanpa Gol, Ronaldo Ganti Sepatu
Sepatu emas itu nyatanya tak membawa hoki bagi Ronaldo. Selama babak pertama, ia melepaskan beberapa percobaan berbahaya. Mulai dari tendangan bebas, upaya salto, hingga tembakan yang diblok rapat pertahanan Kolombia.
Meski tampil aktif, pemain berusia 41 tahun itu gagal mencetak gol. Portugal pun menutup babak pertama dengan skor kacamata 0-0. Memasuki babak kedua, Ronaldo tampil dengan sepatu berbeda, meninggalkan sepatu emas di ruang ganti.
Keputusan Berani di Laga Krusial
Pergantian sepatu di tengah pertandingan menunjukkan sisi pragmatis Ronaldo. Ia lebih memilih kenyamanan dan performa ketimbang nilai estetika atau simbolis dari sepatu edisi terbatas tersebut. Langkah ini terbilang berani mengingat sorotan media terhadap sepatu emasnya sebelum laga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ronaldo atau staf pelatih Portugal mengenai alasan teknis di balik pergantian sepatu tersebut. Yang jelas, momen ini menambah daftar panjang cerita unik seputar Piala Dunia 2026.