Pencarian

Solo Masukkan Batik ke Kurikulum Sekolah Mulai 2026, Bentengi Pelajar dari Kepunahan Warisan Budaya

Senin, 22 Juni 2026 • 21:37:31 WIB
Solo Masukkan Batik ke Kurikulum Sekolah Mulai 2026, Bentengi Pelajar dari Kepunahan Warisan Budaya
Siswa di Solo akan mempelajari teknik membatik secara praktik mulai tahun ajaran 2026/2027.

SURAKARTA — Mulai tahun ajaran 2026/2027, siswa di Kota Solo tidak hanya akan belajar teori seni rupa, tetapi juga praktik langsung membatik di kelas. Kebijakan ini diresmikan oleh Dinas Pendidikan setempat sebagai bagian dari penguatan kurikulum muatan lokal yang berfokus pada warisan budaya.

Mengapa batik masuk kurikulum sekolah?

Pemkot Solo menilai generasi muda saat ini semakin jauh dari proses kreatif pembuatan batik. Padahal, batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan mengandung filosofi kehidupan yang diajarkan secara turun-temurun. Dengan masuknya batik ke pelajaran Seni Budaya, siswa diharapkan memahami nilai-nilai tersebut sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Solo, Dian Rineta, menyebut bahwa pengenalan batik selama ini hanya bersifat seremonial dan belum masuk ke sistem pembelajaran formal. "Kami ingin anak-anak Solo tidak hanya memakai batik, tetapi juga tahu bagaimana proses pembuatannya dan makna di balik setiap motif," ujarnya dalam sosialisasi kurikulum pekan lalu.

Batik sebagai alat pendidikan karakter

Dalam praktiknya, siswa akan diajarkan teknik membatik dari tahap awal, seperti menggambar pola di atas kain, mencanting, hingga pewarnaan. Proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian, yang dinilai dapat membentuk karakter disiplin dan kerja keras pada peserta didik.

Selain itu, motif-motif batik khas Solo seperti Parang, Sidomukti, dan Kawung akan diperkenalkan bersama cerita filosofis di baliknya. Misalnya, motif Parang yang melambangkan semangat yang tidak pernah padam, atau Sidomukti yang bermakna harapan akan kehidupan yang sejahtera.

Berbeda dari pelajaran seni biasa

Kurikulum ini tidak hanya mengajarkan keterampilan membatik, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap produk lokal. Pihak sekolah akan menggandeng perajin batik di kampung-kampung sekitar untuk menjadi instruktur tamu. Dengan begitu, siswa mendapat pengalaman langsung dari para empu batik yang masih aktif melestarikan tradisi.

Program ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi kreatif bagi siswa. Mereka yang memiliki bakat di bidang desain batik bisa mengembangkannya lebih serius, baik sebagai hobi maupun profesi di masa depan.

Jadwal implementasi di sekolah-sekolah Solo

Dinas Pendidikan Solo menargetkan seluruh sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat sudah menerapkan kurikulum batik pada awal tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, pihak dinas sedang menyusun modul ajar dan pelatihan guru agar siap mengajar.

Beberapa sekolah di Solo sebenarnya sudah mulai mengenalkan batik secara mandiri melalui kegiatan ekstrakurikuler. Namun, dengan masuknya batik ke kurikulum inti, pembelajaran akan lebih terstruktur dan merata di semua sekolah.

Langkah Pemkot Solo ini menjadi salah satu yang terdepan di Jawa Tengah dalam upaya menjaga warisan budaya tak benda melalui jalur pendidikan formal. Kota-kota lain diharapkan bisa mengikuti jejak serupa agar batik tetap hidup di tangan generasi muda.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks