JAWA TENGAH — Luis de la Fuente mengaku hanya menginginkan sweter baru untuk ulang tahunnya. Namun, para pemain Spanyol memberinya hadiah yang jauh lebih baik: kemenangan meyakinkan yang menghapus keraguan setelah hasil imbang 0-0 melawan Cape Verde di laga pembuka. Kali ini, gawang Arab Saudi sudah kebobolan tiga gol sebelum jeda minum pertama.
Lamine Yamal dan Oyarzabal Jadi Pembeda di Babak Pertama
Perubahan drastis terjadi pada starting XI Spanyol. Pedro Porro, Álex Baena, dan Dani Olmo langsung memberikan dampak. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Lamine Yamal. Pemain 18 tahun yang baru pulih dari cedera hamstring itu langsung menjadi ancaman sejak detik-detik awal.
Ia membuka skor pada menit ke-10, memanfaatkan umpan silang Mikel Oyarzabal dari sisi kiri. Gol ini menjadikannya pencetak gol termuda kedua di Piala Dunia setelah Pelé. "Ada sesuatu yang menular dari Lamine Yamal," tulis laporan pertandingan. Kehadirannya mengubah segalanya, terutama atmosfer permainan.
Oyarzabal tidak hanya menjadi pengumpan. Ia mencetak dua gol dalam rentang waktu 23 menit. Gol pertama lahir dari kekacauan sepak pojok yang disundul Aymeric Laporte. Gol kedua tercipta dari kerja sama apik satu sentuhan antara Porro, Cucurella, dan Olmo. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Dominasi Penuh: 70 Persen Penguasaan Bola dan Gol Keempat
Dominasi Spanyol berlanjut di babak kedua. Marc Cucurella mencetak gol keempat pada menit ke-49 melalui tendangan voli memanfaatkan sepak pojok yang lagi-lagi tidak sempurna diantisipasi pertahanan Arab Saudi. Pelatih De la Fuente kemudian menarik Yamal dan Oyarzabal untuk menjaga kebugaran mereka, sekaligus memberi menit bermain untuk Mikel Merino dan Nico Williams.
Statistik berbicara jelas: Spanyol menguasai bola lebih dari 70 persen. Rodri menyelesaikan 113 operan, sementara Pau Cubarsí mencatat akurasi 98 dari 99 umpan. Kiper Unai Simón nyaris tidak bekerja, baru melakukan penyelamatan signifikan pada menit ke-80.
Pernyataan Kekuatan Usai Dikritik
De la Fuente mengakui timnya "tersengat" oleh kritik setelah hasil imbang kontra Cape Verde. "Kami ingin mengatakan 'kami di sini'," tegas bek Aymeric Laporte. Respons Spanyol tidak bisa lebih sempurna. Kemenangan ini membawa mereka ke puncak klasemen Grup B dan mengirim sinyal kuat ke pesaing lainnya.
Gelandang Dani Olmo menjadi kreator utama, menemukan ruang di mana tampaknya tidak ada ruang. Pedri mengatur irama permainan dari lini tengah. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Spanyol telah kembali ke performa terbaik mereka. Selamat ulang tahun, pelatih.