Pencarian

Jateng Surplus 27 Ribu Ton Telur per Mei 2026, Pasokan Program MBG Justru Masih Impor dari Jawa Timur

Jumat, 12 Juni 2026 • 21:54:01 WIB
Jateng Surplus 27 Ribu Ton Telur per Mei 2026, Pasokan Program MBG Justru Masih Impor dari Jawa Timur
Produksi telur Jawa Tengah surplus 27 ribu ton per Mei 2026, namun pasokan MBG masih impor dari Jawa Timur.

SEMARANG — Angka produksi telur di Jawa Tengah pada Mei 2026 mencapai 98.084 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 70.707 ton. Artinya, ada kelebihan pasokan sebanyak 27.377 ton yang belum termanfaatkan secara maksimal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG.

Ketua Satgas MBG Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyayangkan masih adanya pemasok bahan baku SPPG yang mengambil telur dari luar provinsi. Menurutnya, hal ini membuat peternak lokal kehilangan pasar yang seharusnya bisa diserap oleh program pemerintah pusat tersebut.

“Kemampuan telur kita itu belum terserap baik dengan keberadaan MBG atau SPPG yang ada di Jawa Tengah. Masih ada kemungkinan supplier-nya itu ngambilnya dari luar Jawa Tengah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu dalam rapat koordinasi di Semarang.

Pasokan dari Jawa Timur Masih Mendominasi

Data di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah SPPG di Jawa Tengah masih bergantung pada pasokan dari peternak di Jawa Timur. Kondisi ini dinilai ironis mengingat produksi telur lokal justru melimpah dan tidak terserap.

“Begitu juga sebaliknya, kemungkinan juga dari Jawa Timur mengambil ke peternak yang lain,” tambah Gus Yasin.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Gizi Nasional (BGN), koperasi, dan asosiasi peternak tengah menyusun kesepakatan bersama. Tujuannya, memastikan kebutuhan bahan baku utama SPPG seperti telur, ayam, dan ikan diprioritaskan berasal dari dalam daerah.

Kesepakatan Baru untuk Prioritaskan Peternak Lokal

“Ke depan nanti kita akan coba ada kesepakatan bersama dengan asosiasi peternak dan koperasi-koperasi yang ada di Jawa Tengah, bahwa SPPG ini harus menyerap kebutuhan bahan pokok itu dari Jawa Tengah,” tegas Gus Yasin.

Ia berharap kebijakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga mendongkrak ekonomi petani dan peternak lokal. “Hari ini kita ingin memastikan bahwa para peternak, para petani benar-benar keberadaan SPPG, adanya program MBG ini benar-benar bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat,” tandasnya.

BGN Siapkan Komitmen Bersama

Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menyatakan dukungan penuh terhadap pengutamaan bahan baku lokal. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan komitmen bersama agar pasokan pangan SPPG tidak lagi lari ke provinsi lain.

“Nantinya akan ada kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama agar kiranya bahan baku dari lokal bisa terserap, terutama dari lokal terlebih dahulu sehingga dia tidak lari ke provinsi yang lain,” pungkas Reza.

Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks