Pencarian

Festival Drama Realis Remaja 2026 di Solo Jadi Ruang Remaja Belajar Menjadi Manusia Sosial

Sabtu, 06 Juni 2026 • 16:07:01 WIB
Festival Drama Realis Remaja 2026 di Solo Jadi Ruang Remaja Belajar Menjadi Manusia Sosial
Remaja Solo berkreasi dalam Festival Drama Realis 2026 di TBJT sebagai ruang ekspresi sosial.

SOLO — Suasana Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta beberapa hari terakhir berubah menjadi ruang ekspresi anak muda. Mereka datang bukan sekadar untuk berlomba, melainkan membawa cerita, gagasan, dan semangat kolektif.

Ajang yang Mengedepankan Proses, Bukan Sekadar Kemenangan

Festival Drama Realis Remaja 2026 yang digelar di TBJT ini dirancang untuk mengembalikan esensi seni peran sebagai alat pendidikan karakter. Para peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan menghafal naskah atau teknik panggung, tetapi juga dari cara mereka bekerja sama dalam tim dan menghidupkan karakter sosial.

"Ini bukan soal juara satu atau dua. Tapi bagaimana mereka belajar menjadi manusia sosial yang peka terhadap lingkungan," ujar salah satu panitia penyelenggara yang enggan disebutkan namanya.

Dari Naskah ke Panggung: Remaja Bicara Isu Sosial

Berbeda dengan festival drama pada umumnya, ajang ini mendorong peserta untuk mengangkat tema-tema sosial kontemporer. Mulai dari bullying, kesenjangan ekonomi, hingga krisis identitas remaja di era digital, semuanya diolah menjadi naskah orisinal.

Sejumlah peserta mengaku proses latihan selama berminggu-minggu justru menjadi bagian paling berharga. Mereka belajar mendengarkan pendapat orang lain, mengelola perbedaan, dan menemukan solusi bersama — keterampilan yang jarang didapat di bangku sekolah.

Mengapa Drama Realis Relevan untuk Remaja Solo?

Kota Solo sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia teater dan seni pertunjukan. Dengan hadirnya festival ini, TBJT ingin membuktikan bahwa seni peran bukanlah aktivitas elitis yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.

"Remaja butuh ruang untuk menyuarakan keresahan mereka. Drama realis memberikan panggung yang aman untuk itu," tambah panitia.

Kegiatan ini juga menjadi alternatif positif di tengah maraknya konsumsi konten digital pasif. Alih-alih hanya menjadi penonton, remaja diajak menjadi kreator yang menuangkan pemikiran kritisnya ke dalam bentuk pertunjukan.

Dampak Jangka Panjang bagi Dunia Pendidikan

Para pengamat pendidikan di Solo menilai festival semacam ini bisa menjadi model pembelajaran berbasis proyek yang efektif. Drama realis mengajarkan empati, komunikasi, dan tanggung jawab — tiga hal yang kerap luput dari kurikulum formal.

Belum ada data resmi mengenai jumlah peserta tahun ini, namun antusiasme terlihat dari membludaknya pendaftar sejak dua bulan sebelum acara. Panitia berencana menjadikan festival ini agenda tahunan tetap di kalender budaya Solo.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks