SEMARANG — Kota Semarang tak hanya akan menjadi panggung kompetisi tilawah Alquran, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata religi bagi ribuan peserta MTQ Nasional XXXI. Pemkot Semarang menyusun paket heritage tour yang menyusuri tempat-tempat ibadah bersejarah dan pusat keagamaan di kota ini.
Empat Venue Tersebar di Semarang
MTQ Nasional XXXI akan memanfaatkan empat lokasi utama yang tersebar di wilayah Kota Semarang. Masing-masing venue memiliki kapasitas dan fungsi berbeda sesuai jenis perlombaan yang digelar.
Masjid Baiturrahman menjadi salah satu venue utama yang disiapkan untuk cabang lomba tilawah dan hifzil Quran. Selain itu, Rumah Dinas Wali Kota Semarang di kawasan Jalan Pemuda juga akan digunakan untuk kegiatan pendukung.
Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah dan Kampus UIN Walisongo melengkapi daftar lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan selama MTQ berlangsung.
Wisata Religi untuk Tamu dari 38 Provinsi
Paket heritage tour religi ini dirancang untuk mengisi waktu luang para peserta dan official dari 38 provinsi. Rute wisata akan menyusuri masjid-masjid tua, makam wali, serta kawasan pecinan yang memiliki nilai sejarah tinggi di Semarang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menyebut bahwa program ini sekaligus mengenalkan sisi religius dan historis Semarang kepada tamu dari luar daerah. "Kami ingin mereka tidak hanya pulang dengan prestasi, tapi juga kesan mendalam tentang Semarang," ujarnya.
Persiapan Infrastruktur dan Akomodasi
Pemkot Semarang juga tengah mematangkan persiapan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju setiap venue dan ketersediaan akomodasi bagi ribuan peserta. Sejumlah hotel di pusat kota dan sekitar kampus UIN Walisongo sudah mulai dipesan sejak beberapa pekan lalu.
Panitia daerah memastikan koordinasi dengan aparat keamanan untuk mengatur lalu lintas selama puncak acara. Posko pengaduan dan layanan informasi akan didirikan di setiap venue untuk memudahkan peserta.
Apa yang Baru dari MTQ Nasional Kali Ini?
MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi edisi pertama yang mengintegrasikan paket wisata religi secara resmi ke dalam rangkaian kegiatan. Sebelumnya, program serupa hanya bersifat opsional dan tidak dikelola oleh panitia daerah.
Konsep ini diharapkan menjadi model bagi penyelenggaraan MTQ di kota-kota lain di Indonesia. Dengan menggabungkan kompetisi keagamaan dan promosi pariwisata lokal, Pemkot Semarang ingin menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar.