PATI — Bencana banjir kembali melanda warga di Kecamatan Batangan, Wedarijaksa, dan Gabus, Senin (25/5) pagi. Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha, menyebutkan total ada 400 rumah yang terendam air di desanya saja. Air mulai naik setelah tanggul Sungai Widodaren jebol diterjang debit tinggi akibat hujan yang tak kunjung reda sejak malam sebelumnya.
"Penyebab utama karena curah hujan yang tinggi selama dua malam, dan air kiriman dari Jaken, mengakibatkan tanggul Sungai Widodaren jebol," kata Ali di lokasi, Senin (25/5).
Banjir Kedua dalam Tiga Hari, Lebih Besar dari Sebelumnya
Warga Desa Ketitang Wetan mengaku baru dua hari lalu banjir surut, kini harus kembali merendam barang-barang mereka. Mail (36), salah satu warga, mengatakan banjir kali ini lebih besar dibandingkan peristiwa Sabtu (23/5) lalu.
"Setelah kemarin sempat surut, ini datang lagi. Kemarin Sabtu malam cukup tinggi, sempat surut. Belum satu hari surut, tadi malam hujan lagi dan pagi ini banjir lagi," ujar Mail.
Di titik terparah, kedalaman banjir mencapai satu meter—tepat di permukiman yang berada di dekat lokasi tanggul jebol. Sementara di jalan desa, air setinggi 20 sentimeter membuat akses warga lumpuh.
Tujuh Desa Terdampak, BPBD Masih Lakukan Pendataan
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Pati, Suntoro, menyebutkan banjir tidak hanya melanda Ketitang Wetan. Total sementara ada tujuh desa yang terendam. Meliputi Desa Ngurensiti, Sukoharjo, Jontro di Kecamatan Wedarijaksa; Desa Raci dan Ketitang Wetan di Kecamatan Batangan; serta Desa Tanjung Anom dan Paras di Kecamatan Gabus.
"Kami sedang melakukan pendataan, pagi ini baru masuk 7 desa, tapi rinciannya belum ada," jelas Suntoro.
Warga Desak Perbaikan Tanggul dan Normalisasi Sungai
Kondisi tanggul Sungai Widodaren yang belum sempat diperbaiki usai jebol beberapa hari lalu membuat warga resah. Ali Muntoha mendesak pemerintah berwenang segera turun tangan. Menurutnya, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, desanya pasti kebanjiran.
"Setiap ada hujan pasti banjir. Saya minta pemerintah berwenang mempercepat penanganan tanggul dan normalisasi sungai-sungai yang ada," ucap dia.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Pati masih melakukan pendataan jumlah pasti warga yang mengungsi serta kerugian material akibat banjir susulan ini.