KLATEN — Sekolah ini berawal dari kelas jauh yang menginduk pada SMA Negeri 1 Karangnongko sejak tahun ajaran 2021/2022. Kala itu, hanya ada dua rombongan belajar dengan 72 siswa. Kini, jumlah peserta didik terus membengkak hingga mencapai 260 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Anggaran Pembangunan Capai Rp 8,7 Miliar
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengungkapkan pembangunan tahap pertama sekolah ini menelan anggaran sebesar Rp4,98 miliar. Sedangkan untuk tahap kedua pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3,784 miliar.
“Alhamdulillah hari ini resmi diresmikan oleh Bapak Gubernur,” ujar Sadimin dalam sambutannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klaten yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya nyata memperluas akses layanan pendidikan di wilayah blank spot atau daerah yang belum terjangkau sekolah negeri.
Gubernur Luthfi: No Titip-Titip di SPMB Jateng
Peresmian sekolah ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027. Total daya tampung mencapai 231.724 kursi, atau sekitar 40,83 persen dari total kebutuhan.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam penerimaan siswa baru. Ia memperingatkan tidak akan ada praktik titip-menitip dalam proses seleksi.
“Saya tegaskan di Provinsi Jawa Tengah no titip-titip, no jasa penitipan. Semakin Anda menitip, semakin saya coret. Semuanya terbuka dan bisa diawasi Ombudsman,” tegasnya di hadapan Forkopimda Klaten dan tamu undangan.
Bupati Klaten: Kolaborasi Tiga Pilar Wujudkan Mimpi Warga
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengaku bersyukur atas terwujudnya SMA Negeri 1 Kemalang. Menurutnya, perjuangan mewujudkan sekolah ini memakan waktu yang cukup panjang, sekitar tiga hingga empat tahun terakhir.
“Ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat agar kawasan perbatasan memiliki sekolah negeri sendiri. Alhamdulillah berkat kolaborasi pemerintah desa, kabupaten yang menyediakan lahan, dan pemerintah provinsi yang membangun, hari ini SMA Negeri 1 Kemalang resmi diresmikan,” tuturnya.
Mas Hamenang berharap keberadaan sekolah ini dapat mempermudah generasi muda di Kemalang mengakses pendidikan menengah dan semakin dekat dengan cita-cita mereka.
Pendidikan Jadi Instrumen Penurunan Angka Kemiskinan
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa pendidikan merupakan tolak ukur kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut pembangunan sektor pendidikan turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,38 persen.
“Pendidikan adalah tolak ukur kesejahteraan masyarakat. Karena itu pendidikan harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kualitas pendidikan tidak ditentukan dari lokasi sekolah, melainkan dari semangat dan peluang peserta didik dalam mengembangkan diri. Peresmian SMA Negeri 1 Kemalang diharapkan menjadi langkah nyata mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan bantuan alat sekolah dan sembako kepada masyarakat oleh Gubernur, didampingi Bupati Klaten dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.