PEKALONGAN — Perum Bulog Jawa Tengah memastikan ketersediaan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk peternak unggas di wilayahnya aman. Stok yang tersedia saat ini mencapai 13 ribu ton, dan kekurangannya akan dipenuhi dari penyerapan lokal maupun pasokan sentra jagung nasional.
Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Gandi Prarista mengungkapkan, kuota jagung SPHP yang dialokasikan untuk provinsi ini mencapai 36 ribu ton sepanjang tahun. Pihaknya telah meluncurkan program bantuan tersebut di tiga wilayah cabang, yakni Bulog Cabang Surakarta, Semarang, dan Tegal.
Sudah Disalurkan 200-300 Ton di Tiga Cabang
Gandi Prarista mengatakan, sejak diluncurkan, program ini telah menyalurkan sekitar 200 hingga 300 ton jagung ke peternak. Penyaluran dilakukan melalui pengurus koperasi maupun asosiasi peternak.
“Stok jagung yang kami miliki sebesar 13 ribu ton sehingga nantinya kekurangan akan dipenuhi baik dari penyerapan di Jateng maupun dari sentra-sentra jagung dari seluruh wilayah Indonesia,” kata Gandi di Pekalongan, baru-baru ini.
Harga Tebus Rp 5.000 per Kilogram, Penebusan Pakai Aplikasi
Harga tebus jagung SPHP dari Bulog ditetapkan sebesar Rp 5.000 per kilogram. Gandi mengakui, proses penebusan yang dilakukan pengurus koperasi maupun asosiasi kini mengalami sedikit penyesuaian karena harus menggunakan sistem aplikasi.
Namun, ia menegaskan hal itu tidak menjadi hambatan. Sebaliknya, sistem aplikasi justru mempermudah para pengurus dalam mempertanggungjawabkan program pemerintah ini kepada publik.
“Kami berharap hal itu bukan menjadi sebuah hambatan bagi koperasi atau asosiasi. Kemudian, untuk harga tebus jagung SPHP di Bulog, kami tetapkan sebesar Rp 5.000 per kilogram,” ujarnya.
Disambut Baik Peternak, Bantu Stabilkan Harga Telur
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Arif, menyambut baik program subsidi jagung ini. Menurutnya, peternak unggas di daerahnya sangat terbantu, terutama yang selama ini mengalami gejolak akibat harga telur yang turun.
“Kami merasa terbantu sekali dengan adanya program ini khusus untuk membantu peternak unggas yang selama ini mengalami gejolak akibat harga telur turun. Melalui program ini kebutuhan untuk telur MBG juga bisa tercukupi,” kata Arif.
Program jagung SPHP ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pakan ternak sekaligus menekan fluktuasi harga telur di pasar. Bulog Jateng berkomitmen memastikan distribusi berjalan lancar ke seluruh wilayah yang membutuhkan.