Pencarian

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu di Kudus Pilih Tahan Harga

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:18:11 WIB
Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu di Kudus Pilih Tahan Harga
Perajin tahu di Kudus memilih mempertahankan harga meski harga kedelai impor naik.

KUDUS — Lonjakan harga kedelai impor pasca-Lebaran memukul telak perajin tahu rumahan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Meski biaya operasional membengkak, sejumlah produsen memilih bertahan dengan harga lama guna mencegah kehilangan pelanggan setia di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Noor Rosyid, salah satu perajin tahu di Desa Ploso, Kecamatan Kaliwungu, mengaku terpukul oleh tren kenaikan bahan baku yang didatangkan dari Amerika Serikat tersebut. Namun, ia secara sadar menolak opsi menaikkan harga jual produk maupun mengecilkan ukuran potongan tahu miliknya.

“Harganya tetap. Tindakan tetap sama, ukuran juga tetap sama,” ujar Noor dengan nada mantap saat ditemui di sela-sela proses produksi di rumahnya, belum lama ini.

Strategi Bertahan: Rela Margin Tipis hingga Risiko Merugi

Keputusan mempertahankan harga di tengah meroketnya biaya produksi bukan tanpa konsekuensi finansial yang berat. Noor mengakui bahwa margin keuntungan usahanya kini menyusut drastis dibandingkan periode normal.

Tekanan ekonomi ini semakin nyata dengan penurunan volume produksi harian. Jika biasanya mesin cetak tahu beroperasi pada kapasitas maksimal, kini Noor terpaksa mengerem jumlah produksi demi menyesuaikan serapan pasar yang sedang melemah.

“Keuntungannya menurun, kadang rugi,” tuturnya blak-blakan mengenai realitas pahit yang harus ia telan demi menjaga napas usahanya tetap berjalan.

Bayang-bayang Krisis Pandemi dan Harapan Stabilitas Harga

Situasi penuh ketidakpastian ini mengingatkan Noor pada masa-masa sulit saat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu. Baginya, fluktuasi harga kedelai global selalu menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan industri tahu rumahan.

“Dulu sudah pernah, waktu corona,” kenangnya singkat. Pengalaman masa lalu tersebut membuatnya lebih waspada, meski tekanan kali ini datang dari sisi harga bahan baku yang merangkak tak terkendali.

Saat ini, para pelanggan di pasar mulai sering mengeluhkan kondisi ekonomi yang memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Noor tetap berkomitmen menjaga kualitas produk, mulai dari rasa hingga tekstur, agar konsumen tidak beralih ke produk lain.

Di tengah kondisi ini, Noor menyandarkan satu harapan besar kepada pemerintah agar segera melakukan langkah nyata untuk menstabilkan harga kedelai. Baginya, stabilitas harga adalah kunci utama agar ritme produksi UMKM di desa tetap berdenyut dan mampu menopang ekonomi keluarga.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks