Pencarian

Pemprov Jateng Beri Tali Asih Rp1 Juta bagi Penghafal Al-Quran

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:59:02 WIB
Pemprov Jateng Beri Tali Asih Rp1 Juta bagi Penghafal Al-Quran
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyerahkan tali asih Rp1 juta kepada santri penghafal Al-Qur’an 30 juz di Kebumen.

KEBUMEN — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggulirkan program pemberian tali asih atau bisyaroh bagi para santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz. Bantuan tunai ini dirancang untuk memberikan motivasi tambahan serta meringankan beban ekonomi keluarga santri di lingkungan pondok pesantren.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Haul dan Haflah Khotmil Quran di PPTQ Quantum Qolbu, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Minggu (3/5/2026). Menurutnya, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung pendidikan keagamaan di wilayah Jawa Tengah.

Insentif Rp1 Juta Tanpa Sekat Domisili

Pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut menjelaskan, setiap santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz berhak menerima uang saku tambahan. Pemprov Jateng mengalokasikan dana sebesar Rp1 juta untuk setiap anak sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mendalami kitab suci.

“Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta,” ujar Gus Yasin.

Kebijakan ini bersifat inklusif bagi seluruh santri yang menempuh pendidikan di Jawa Tengah. Selama proses hafalan dilakukan di pesantren wilayah Jateng, santri dari luar provinsi pun tetap mendapatkan hak yang sama tanpa diskriminasi asal daerah.

Meringankan Beban Ekonomi Wali Santri

Dalam kunjungannya ke Kebumen, Gus Yasin menceritakan pertemuannya dengan salah satu orang tua santri asal Papua. Wali murid tersebut mengaku terkejut sekaligus bersyukur saat mengetahui anaknya mendapatkan tambahan dana dari pemerintah daerah.

“Saya kaget kok tiba-tiba mengucapkan terima kasih. Ternyata anaknya adalah salah satu santri asal Papua yang menerima bisyaroh penghafal Qur’an dari Pemprov Jateng,” ucapnya.

Gus Yasin menilai dampak program ini sangat luas, tidak hanya dirasakan oleh santri secara personal, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan bagi pihak keluarga. Dukungan ini diharapkan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat melalui lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus melanjutkan program perhatian keagamaan ini. Fokus utama tetap pada pengembangan sumber daya manusia yang memiliki karakter religius kuat sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.

Bagikan
Sumber: radarbangsa.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks