WONOSOBO — Puluhan remaja masjid keluar dari zona nyaman untuk mengasah kemampuan kepemimpinan di alam terbuka. Mereka tidak sekadar mendengarkan materi di dalam ruangan, melainkan digembleng secara maraton di wilayah hutan petak 9 milik Perhutani yang menghadap langsung ke panorama Telaga Warna dan Telaga Pengilon.
Rombongan peserta tampak antusias melahap berbagai materi mulai dari sesi outbound, kepemimpinan, hingga teknik bicara di depan publik (public speaking). Meski sempat diguyur hujan di tengah kegiatan, semangat para remaja dari masjid termegah di Wonosobo ini tidak surut.
Pelatihan di Alam Terbuka untuk Generasi Z dan Alpha
Model pelatihan sengaja dikemas dalam bentuk kegiatan luar ruang untuk menyesuaikan karakter generasi Z dan generasi alpha. Mieta dan Saif, dua peserta pelatihan, bahkan memanfaatkan momen berteduh di sebuah bangunan tua untuk berdiskusi serius mengenai perkembangan penulisan berita dan pemasaran digital.
Interaksi santai namun berisi ini memicu kesepakatan di antara peserta untuk membentuk grup diskusi rutin setiap pekan. Langkah ini diharapkan menjadi wadah berkelanjutan bagi para remaja untuk mematangkan konsep-konsep yang telah didapatkan selama di Bukit Sidengkek.
Apa Pesan Bupati Wonosobo untuk Remaja Masjid?
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang hadir membuka acara menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah. Afif didampingi sejumlah pejabat pemda saat memberikan arahan kepada para peserta di lokasi pelatihan.
"Remaja masjid diharapkan menjadi pelopor perubahan di Wonosobo," ujar Afif Nurhidayat di hadapan para peserta.
Senada dengan Bupati, Ketua Remaja Masjid Jami Wonosobo, Kaji Khotib, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini adalah langkah awal memperkuat ruh masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang penguatan ekonomi umat.
“Tahap awal kami ingin remaja suka dulu dengan masjid. Dengan hadirnya remaja yang memiliki kapasitas mumpuni, nantinya mereka menjadi pelopor perubahan segala bidang yang dimulai dari masjid,” kata Kaji Khotib.
Melibatkan Praktisi Perbankan hingga Jurnalis Senior
Untuk memberikan wawasan yang relevan dengan tantangan zaman, panitia menghadirkan sejumlah pemandu yang kompeten di bidangnya. Materi kepemimpinan dipandu oleh Aang dari PT BPR Bank Wonosobo, sementara tantangan zaman dibahas oleh Agus Abira.
Sektor literasi dan narasi digital juga menjadi perhatian serius dalam agenda ini. Wartawan Suara Merdeka, Edy Purnomo, hadir memberikan pembekalan khusus mengenai cara merancang narasi yang kuat dan teknik public speaking yang efektif bagi audiens modern.
Pendekatan sederhana melalui bermain di hutan ini dipandang sebagai cara baru yang efektif dalam mentransfer ilmu pengetahuan. Peserta diajak berpikir kritis dalam suasana yang rileks namun tetap terukur sesuai target kompetensi yang diinginkan.