PATI — Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyatakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) Rp 20 miliar tidak dialokasikan khusus untuk kekeringan. Anggaran darurat itu juga menutup penanganan bencana lain, termasuk perbaikan jalan rusak dan jembatan di sejumlah wilayah.
"BTT untuk bencana Rp 20 miliar tidak hanya untuk kekeringan, tapi penanggulangan bencana lain. Termasuk misalkan beberapa daerah yang jalannya rusak harus kita tangani segera menggunakan BTT, termasuk jembatan dan lain-lain," ujar Chandra.
Krisis air bersih di Bumi Mina Tani meluas ke 62 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Warga di titik-titik kekeringan mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah daerah untuk kebutuhan harian.
Pemkab Pati memaksimalkan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk mengurai persoalan kekeringan sekaligus memperbaiki sarana publik yang terdampak. Langkah itu diambil karena kebutuhan anggaran bencana membengkak.
Chandra menyoroti penyusutan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Menurut dia, penerimaan daerah justru berkurang sekitar Rp 3 miliar dari anggaran yang diterima sebelumnya.
"Karena dana transfer ke daerah pun juga relatif sama, malah justru ada penurunan sedikit sekitar Rp 3 miliar dari anggaran yang kita terima. Fokus tetap masih infrastruktur kita prioritaskan karena masih banyak sekali penanganan bencana," beber Chandra.
Kondisi itu membuat Pemkab Pati harus mencari sumber pembiayaan lain agar penanganan bencana dan perbaikan infrastruktur tetap berjalan.
Kerusakan jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Pati menjadi pekerjaan besar yang ditargetkan rampung tahun ini. Pemkab Pati mematok alokasi penanganan infrastruktur jalan hingga Rp 200 miliar.
Nilai itu di antaranya bersumber dari pinjaman Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp 67 miliar. Langkah tersebut diambil untuk memastikan mobilitas warga dan penyaluran bantuan bencana tetap berjalan tanpa hambatan.
Dengan alokasi itu, Pemkab Pati berupaya menjaga jalur distribusi air bersih ke wilayah kekeringan tetap terbuka. Perbaikan jalan dan jembatan yang rusak juga diprioritaskan agar akses bantuan tidak terputus.