JAWA TENGAH — Musisi Ye mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (23/10/2026), sehari sebelum konsernya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Panggung kubah 360 derajat dan instalasi laser sudah terpasang di area stadion. Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dalam jadwal tur YE Live in Jakarta 2026.
Kedatangan Ye disambut penggemar yang sudah menunggu di area bandara. Artis yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West itu turun dengan penampilan serba hitam, dikawal staf dan bodyguard pribadinya. Teriakan nama Ye langsung terdengar begitu sosoknya muncul.
Penantian panjang itu kini berujung. Selama ini aksi panggung Ye hanya bisa disaksikan lewat potongan video dari negara lain. Jakarta akhirnya masuk dalam daftar kota yang dikunjungi langsung.
Persiapan di Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah terlihat wujudnya. Instalasi lighting dan laser mulai tampak di area stadion, memberi gambaran awal soal skala pertunjukan yang akan digelar.
Promotor Raw Vision Collective memastikan seluruh elemen produksi dibawa langsung oleh tim Ye. Standar pengerjaannya disamakan dengan konser-konser Ye di luar negeri. Konsep panggung kubah 360 derajat disiapkan agar penonton di setiap sisi stadion mendapat pandangan maksimal.
Jakarta tercatat sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara yang masuk jadwal resmi tur Ye. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut penggemar datang dari berbagai negara, dengan pembeli tiket terbanyak dari luar negeri berasal dari Australia.
Kapasitas GBK yang melampaui 70.000 penonton membuat konser Sabtu (24/10/2026) berpotensi jadi salah satu yang paling ramai tahun ini. Angka itu menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain dalam rute tur Ye.
Pemprov DKI menyiapkan pengaturan lalu lintas khusus karena Jakarta Running Festival berlangsung di hari yang sama. Penonton pemegang tiket diminta memperhitungkan waktu perjalanan menuju kawasan GBK.
Bagi publik musik Indonesia, kehadiran Ye bukan sekadar konser biasa. Ini jadi ujian bagi pasar lokal dalam menarik artis kelas global, sekaligus pembuktian bahwa Jakarta bisa bersaing dengan kota-kota lain di Asia sebagai tujuan tur.