GM Tutup Pabrik Baterai Brownstown, Proyek Hydrogen Fuel Cell Resmi Dihentikan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:05:01 WIB
General Motors menghentikan operasional Brownstown Battery Assembly setelah masa sewa berakhir pada musim panas tahun depan.

JAWA TENGAH — General Motors menghentikan operasional pabrik Brownstown Battery Assembly seluas 480.000 kaki persegi setelah kontrak sewanya berakhir musim panas tahun depan. Penutupan pabrik yang memproduksi baterai dan unit penggerak listrik untuk Corvette E-Ray serta Cadillac Celestiq itu menandai mundurnya GM dari ekspansi kendaraan listrik dan hidrogen. Sebagian area pabrik yang sebelumnya dipakai untuk pengembangan energi hidrogen kini dialihfungsikan.

Keputusan General Motors menutup Brownstown Battery Assembly diungkapkan melalui laporan Automotive News yang dikutip Car and Driver. Juru bicara GM menyatakan kontrak sewa fasilitas tersebut memang berakhir tahun depan dan pekerjaan produksi akan dipindahkan ke fasilitas GM lain di sekitar kawasan itu. GM belum merinci lokasi tujuan pemindahan lini produksi baterai maupun motor listrik.

Baterai Corvette E-Ray dan Cadillac Celestiq Pindah Tangan

Pabrik Brownstown selama ini memasok baterai dan electric drive unit untuk Corvette E-Ray, serta baterai bagi Cadillac Celestiq. Status kedua model berbeda: Celestiq tetap diproduksi untuk tahun model 2027, sementara E-Ray praktis sudah digantikan Corvette Grand Sport X di jajaran GM.

Konsekuensinya, GM wajib mencari lokasi baru untuk merakit baterai Celestiq dan komponen baterai serta motor bagi varian hybrid Corvette yang masih dijual. Perusahaan menolak berkomentar soal lokasi pengganti.

80.000 Kaki Persegi Bekas Proyek Hidrogen GM-Honda

Dari total 480.000 kaki persegi, sekitar 80.000 kaki persegi di antaranya pernah dipakai untuk pengembangan energi hidrogen. Pada 2017 GM membentuk joint venture dengan Honda untuk memproduksi sistem fuel cell hidrogen, dan fasilitas itu sempat menjadi kantor pusat kemitraan selama beberapa tahun sebelum dibubarkan tahun lalu.

GM kini tidak lagi mengerjakan sistem fuel cell hidrogen. Alasan yang disebut perusahaan: biaya tinggi, infrastruktur pengisian yang terbatas, dan permintaan pasar yang rendah. Pabrik akan dinonaktifkan begitu masa sewa habis pada musim panas tahun depan.

Pabrik Detroit Kecil Ikut Kehilangan Fungsi

Selain Brownstown, GM memiliki fasilitas lebih kecil di Detroit yang semula disiapkan untuk proyek fuel cell bersama Piston Automotive. Proyek itu juga bubar, dan GM mengambil alih porsi sewa jangka panjang Piston dengan rencana mengubah fungsi bangunan. Belum ada keterangan resmi soal peruntukan baru gedung seluas 300.000 kaki persegi tersebut.

Pivot Kembali ke Mesin Bensin

Langkah ini merupakan bagian dari rencana GM kembali memprioritaskan mesin pembakaran internal setelah menanggung kerugian besar dari investasi bahan bakar alternatif. Sebelumnya GM gencar merilis model listrik dan berjanji menjadi netral karbon pada 2040.

Permintaan EV di Amerika Serikat tidak tumbuh sesuai proyeksi. Penghapusan insentif pajak federal untuk kendaraan listrik memperparah situasi bagi calon pembeli yang masih ragu. Sejumlah pabrikan lain juga telah membalik arah setelah menanam modal besar di pengembangan bahan bakar alternatif.

Mayoritas lini EV GM saat ini berupa versi listrik dari model bensin yang sudah mapan. Penjualan versi listrik masih jauh di bawah versi bensin, dan model EV berdiri sendiri juga belum mencatat lonjakan penjualan berarti. Penutupan serta pengalihan fungsi pabrik berbasis bahan bakar alternatif mempertegas arah GM mengikuti permintaan pasar AS yang masih didominasi mesin bensin.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top