WIKA Bangun SPAM Sumut Pascabencana, Air Minum 995 Rumah Dipulihkan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:36:01 WIB
Pekerja menuntaskan pekerjaan jaringan pipa SPAM Paket 2 Sumatera Utara di Langkat.

JAWA TENGAH — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengebut rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum Paket 2 Sumatera Utara yang menargetkan pemulihan akses air minum bagi 995 sambungan rumah. Proyek senilai infrastruktur dasar ini mengejar tuntasnya pekerjaan dalam satu tahun sejak dimulai Januari 2026, setelah banjir dan tanah longsor akhir November 2025 merusak jaringan air bersih warga.

Ngatemin, Corporate Secretary WIKA, menyatakan proyek ini bagian dari komitmen perseroan mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana. Pekerjaan mencakup tiga kabupaten terdampak: Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Hingga pertengahan Oktober 2026, sejumlah fasilitas sudah masuk tahap pra-komisioning dan uji alir untuk memastikan sistem siap beroperasi sebelum diserahkan ke pengelola.

Cakupan Pekerjaan di Tiga Kabupaten

Lingkup kerja WIKA cukup luas. Perseroan membangun sumur bor, jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang sekitar 41 kilometer, reservoir, serta pemasangan sambungan rumah. Dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) juga dibangun dengan kapasitas masing-masing 50 liter per detik, atau total 100 liter per detik.

Untuk mengejar target, WIKA mengerahkan sekitar 127 personel dan tujuh unit alat berat di lokasi. Proyek ini turut melibatkan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material dan sumber daya lokal yang memenuhi persyaratan teknis.

Air Bersih Dipulihkan Bertahap

Layanan air minum tidak langsung normal serentak. Pemulihan dilakukan bertahap sesuai kesiapan fasilitas dan hasil pengujian bersama pihak terkait. Pendekatan ini dipilih agar kualitas air dan keandalan sistem terverifikasi sebelum dialirkan ke rumah warga.

Fasilitas pengolahan air dan jaringan pipa diharapkan menjaga ketersediaan air minum yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Bagi warga di Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan, artinya akses air bersih harian yang sempat terganggu bencana bisa kembali stabil.

Koordinasi Lintas Lembaga Jadi Kunci

WIKA tidak bekerja sendirian. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, PDAM, dan pemangku kepentingan lain agar pekerjaan berjalan lancar dan infrastruktur siap saat dioperasikan.

"Melalui proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM ini, WIKA mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan akses air minum bagi masyarakat terdampak. Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ngatemin dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Bagi WIKA, proyek ini menambah portofolio pekerjaan infrastruktur pascabencana di tengah tekanan kinerja keuangan emiten konstruksi pelat merah. Peran serta badan usaha milik negara dalam pemulihan layanan dasar menjadi bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana Sumatera yang dimulai akhir 2025.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top