KLATEN — Penyerahan bibit kopi Gayo 3 menjadi tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues yang ditandatangani Hamenang bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi. Kesepakatan itu diteken dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten ke-222 di Alun-alun Klaten, Selasa (28/7/2026). Kerja sama mencakup pengembangan pertanian padi, pengelolaan lahan persawahan, dan perkebunan kopi.
Varietas yang dibawa dari dataran tinggi Gayo itu dikenal dengan nama Gayo 3 atau Ateng Super. Varietas ini disebut memiliki produktivitas panen lebih tinggi dibandingkan rata-rata varietas lain. Gayo 3 juga mampu beradaptasi di dataran tinggi, termasuk kawasan vulkanik seperti lereng Merapi.
Selama ini, petani di keempat desa tersebut sudah menanam sejumlah varietas kopi arabika, di antaranya Lini S, Typica, dan Abissinia. Kehadiran Gayo 3 menambah keragaman varietas yang bisa dikembangkan di kawasan lereng Merapi Klaten.
Bagi Hamenang, kehadiran varietas baru ini bukan sekadar urusan menanam. Ia menyebutnya sebagai upaya mengangkat nama kopi daerahnya agar kualitas dan produktivitas kopi Klaten meningkat.
"Kami berharap kopi Klaten semakin maju dan kembali berjaya, apalagi mengingat saat ini perkembangan di industri kopi saat ini sangat pesat," ungkap Mas Hamenang.
Perwakilan petani kopi Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Sukiman, mengatakan bibit yang diterima akan disemaikan lebih dulu. Pengembangan dilakukan selama sekitar tiga tahun sebelum diharapkan menghasilkan panen.
"Harapannya panennya juga banyak sehingga meningkatkan produktivitas petani kopi di lereng Merapi," ungkapnya.
Meski hasilnya baru bisa dinikmati beberapa tahun ke depan, bibit-bibit dari Tanah Gayo itu kini menjadi awal baru bagi petani Kemalang untuk mengejar kejayaan kopi Klaten.