SALATIGA — Dinas Perdagangan Kota Salatiga mencatat harga cabai rawit merah di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran bertahan di Rp72.500 per kilogram hingga awal Oktober 2026. Angka itu jauh di atas harga cabai rawit hijau yang dijual Rp50.000 per kilogram di Pasar Rejosari, Rp45.000 di Pasar Blauran, dan Rp41.667 di Pasar Raya I.
Selisih harga antar pasar cukup lebar. Cabai merah besar, misalnya, dibanderol Rp35.000 per kilogram di Pasar Rejosari, Rp27.500 di Pasar Blauran, dan Rp38.333 di Pasar Raya I. Adapun cabai merah keriting berada di rentang Rp42.500–Rp45.000 per kilogram.
Sejumlah pedagang menyebut tingginya harga cabai berkaitan langsung dengan stok di tingkat petani. Musim kemarau membuat produksi tidak optimal karena keterbatasan air.
"Beberapa daerah penghasil cabai, ada petani yang kesulitan air untuk menyirami tanaman cabainya. Akibatnya banyak tanaman cabai yang tidak bagus," kata Maesaroh, pedagang di Pasar Raya I Salatiga.
Selain pasokan yang menurun, masa panen juga belum tiba. Permintaan konsumen justru stabil, sehingga harga di pasaran sulit turun dalam waktu dekat.
Berbeda dari cabai, harga daging ayam ras di Kota Salatiga relatif stabil. Di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran, harga ayam ras atau karkas masing-masing tercatat Rp39.000 per kilogram. Sementara di Pasar Raya I mencapai Rp39.333 per kilogram.
Pedagang daging ayam di Pasar Blauran, Yati, menjelaskan bahwa harga ayam hidup yang tinggi turut menahan harga jual di pasar.
"Daging ayam harganya masih tinggi, karena harga ayam hidup juga tinggi. Selain itu, permintaan konsumen juga cukup tinggi sehingga harga jual masih tinggi," ucap Yati.
Dari seluruh komoditas yang dipantau, cabai rawit merah menempati posisi termahal dengan Rp72.500 per kilogram di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran. Cabai rawit hijau menyusul di Rp50.000 per kilogram untuk Pasar Rejosari.
Rentang harga cabai merah besar menjadi yang paling lebar antar pasar, yakni Rp27.500 hingga Rp38.333 per kilogram. Perbedaan ini membuat warga masih punya pilihan pasar untuk menekan pengeluaran harian.
Dinas Perdagangan Kota Salatiga belum menyampaikan langkah intervensi harga. Pantauan harga di tiga pasar utama itu akan menjadi acuan apakah cabai rawit merah bertahan di level Rp72.500 per kilogram atau mulai turun saat masa panen tiba.