Wagub Jateng Taj Yasin Terima Puluhan Santri Karanganyar di Wisma Perdamaian, Bahas Kaderisasi Pemimpin dan Beasiswa Ma'had Aly

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:28:31 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar di Wisma Perdamaian, Semarang.

SEMARANG — Kunjungan puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar ke kantor orang nomor dua di Jawa Tengah itu berlangsung di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (16/9/2026). Para santri diterima langsung oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan diajak berdialog terbuka soal kepemimpinan.

Salah satu santri, Taufik, bertanya bagaimana membentuk jiwa kepemimpinan setelah nanti keluar dari pondok pesantren. Pertanyaan itu menjadi pintu masuk bagi Gus Yasin untuk memaparkan pandangannya soal kaderisasi pemimpin.

Menjadi Pemimpin Itu Ada Tahapannya

Taj Yasin menyampaikan bahwa proses membentuk karakter kepemimpinan tidak bisa diraih secara instan. Menurutnya, ada perjalanan panjang dan fondasi spiritual yang harus dibangun lebih dulu.

"Menjadi pemimpin itu ada tahapannya. Seperti teladan Nabi Muhammad SAW maupun Imam Syafi'i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah. Di usia adik-adik santri saat inilah pondasi itu dibangun," ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Ia menambahkan, kunci utama bagi seorang santri agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan adalah keistiqomahan dalam beribadah dan menjaga nilai-nilai kebaikan.

Beasiswa hingga Ma'had Aly untuk Lulusan Pesantren

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yasin merespons pertanyaan soal kesiapan lulusan pesantren bersaing di era global dan tantangan pembangunan Jawa Tengah. Ia menegaskan Pemprov Jateng terus berkomitmen mendukung akses pendidikan bagi para santri.

Dukungan itu diwujudkan melalui alokasi program beasiswa tingkat perguruan tinggi hingga Ma'had Aly. "Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta, maupun Ma'had Aly yang setara S1. Kita ingin santri tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga siap bersaing secara akademis dan global," tegasnya.

Selain beasiswa, Pemprov Jateng juga menyalurkan insentif kepada ribuan pengajar agama di wilayah Jawa Tengah. Insentif itu disebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka mendidik karakter generasi muda.

Belajar Tidak Hanya di Kelas

Kepala Unit Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus, Tri Musthofa, menjelaskan alasan pihaknya membawa para santri berkunjung ke pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup dilakukan di dalam kelas.

"Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung," jelasnya.

Tri berharap kunjungan tersebut memberi arahan, nasihat, dan wejangan bagi para santri sebagai penerus generasi bangsa. "Kami berharap para santri mendapatkan arahan, nasihat, dan wejangan. Mereka merupakan penerus generasi bangsa dan dengan kemampuan-kemampuan yang ada, kami berharap mereka bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara," ujarnya.

Kunjungan ke Wisma Perdamaian itu sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran langsung bagi para santri. Mereka tidak hanya mendengar paparan soal kepemimpinan, tetapi juga melihat bagaimana ilmu yang dipelajari di pesantren diterapkan di lingkungan pemerintahan.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top