PEKALONGAN — Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pekalongan, Faruq, menyatakan capaian 90 persen itu sudah mencakup pekerjaan aspal, beton, dan paving. "Yang sudah dilaksanakan 90 persen dari awal. Baik berupa aspal, beton maupun paving," kata Faruq saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
Angka itu merujuk pada total panjang jalan yang ditangani dalam program perbaikan infrastruktur tahun ini, yakni sekitar 42 kilometer. Penanganan dilakukan bertahap menyesuaikan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
Data kemantapan jalan Kabupaten Pekalongan 2026 mencatat total panjang jalan kabupaten mencapai 697,896 kilometer yang terbagi dalam 235 ruas. Dari jumlah itu, tingkat kemantapan jalan berada di 79,05 persen, sementara 20,95 persen lainnya masuk kategori tidak mantap.
Rinciannya, jalan kondisi baik sepanjang 282,545 kilometer atau 40,49 persen dan kondisi sedang 269,165 kilometer atau 38,57 persen. Adapun jalan rusak ringan mencapai 46,832 kilometer atau 6,71 persen, sedangkan jalan rusak berat 99,354 kilometer atau 14,24 persen.
Jaringan jalan yang membentang hampir 700 kilometer dalam ratusan ruas itu membuat pekerjaan penanganan belum tuntas. Sebagian ruas masih menunggu giliran sesuai skala prioritas.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman bersama sejumlah kepala perangkat daerah meninjau pekerjaan infrastruktur di empat lokasi pada Rabu (9/9/2026). Keempatnya adalah ruas jalan depan SMP Negeri 1 Tirto hingga bawah terowongan rel kereta api Desa Pacar, ruas Bligo-Watusalam, Watusalam-Karangdadap, dan Doro-Kroyakan.
Di ruas depan SMP Negeri 1 Tirto hingga terowongan rel Desa Pacar, pekerjaan meliputi pembangunan drainase dan peningkatan badan jalan. Badan jalan masih dalam tahap peninggian sebelum dilakukan pengecoran.
"Di depan SMP 1 Tirto, tim DPU sudah membuat saluran drainase yang saya kira cukup memadai. Lalu kemudian jalannya sementara masih dalam tahap peninggian dulu. Nanti setelah itu dicor. Tidak lama lagi lah, bismillah," ujar Sukirman.
Pemkab menyebut pembangunan gorong-gorong dan saluran air di bawah rel kereta api diharapkan mengurangi genangan yang selama ini mengganggu pengguna jalan.
Pekerjaan di ruas Bligo-Watusalam telah selesai. Sukirman menyatakan perbaikan ruas tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat. "Jalan yang sebelumnya disampaikan masyarakat sebagai aspirasi, alhamdulillah sudah kita perbaiki. Sekarang sudah lebih halus dari Bligo sampai Watusalam. Mari kita rawat dan jaga bersama-sama. Jangan digunakan untuk trek-trekan," katanya.
Adapun ruas Watusalam-Karangdadap masih berlangsung dengan progres sekitar 36 persen. Nilai pekerjaan kurang lebih Rp5,8 miliar untuk panjang jalan sekitar 1,575 kilometer, menggunakan konstruksi beton setebal sekitar 30 sentimeter. Pekerjaan ditargetkan selesai November 2026.
"Ini sudah berproses sekitar 36 persen. Menurut tim pengawas, konstruksinya sudah representatif dan sesuai aturan. Kita tunggu sampai 21 hari untuk perawatan, kemudian dilanjutkan ke sisi sebelahnya," ujar Sukirman.
Ruas Jalan Doro-Kroyakan telah selesai dikerjakan dan memasuki tahap pemeriksaan kualitas konstruksi. Pemeriksaan ketebalan jalan dilakukan menggunakan alat ukur, dan hasil pengukuran awal menunjukkan konstruksi memenuhi ketentuan.
"Pengaspalan jalan Doro Kroyakan ini kalau dari ukuran ketebalan memang sudah sesuai, bahkan ada kelebihan begitu. Nah, tinggal nanti uji lab-nya itu soal kualitas kepadatan dan seterusnya," kata Sukirman.
Ruas Doro-Kroyakan memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar lima meter dan menjadi salah satu akses menuju wilayah Petungkriyono. Sukirman menyatakan perhatian terhadap infrastruktur juga diarahkan ke wilayah atas Kabupaten Pekalongan, termasuk kebutuhan jalan dan jembatan.
"Ini akses utama juga menuju ke Petungkriyono. Nah, tinggal nanti kita berpikir bagaimana daerah atas Petungkriyono ini juga yaitu jalan yang bisa kita lewati itu, termasuk jembatan Bailey," ujarnya.