Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Gempa NTT, Korban Meninggal Capai 105 Orang

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:05:01 WIB
Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan gempa NTT di Nagekeo, dengan korban meninggal tercatat 105 orang.

JAWA TENGAH — Gempa susulan masih terus mengguncang wilayah NTT. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan total guncangan mencapai 7.259 kali sejak 15 Agustus hingga siang tadi. Rinciannya, 143 kali getaran terasa oleh masyarakat dengan kekuatan hingga magnitudo 6,2.

"Yang terhormat Bapak Presiden, hari ini di posko penanganan bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur bertempat di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo telah hadir Menteri ESDM, Mendagri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, beserta Forkopimda, Gubernur NTT, Kapolda, ada Bupati Nagekeo," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka rapat, Rabu.

Ratusan Jiwa Melayang, Bukan Hanya karena Tertimpa Reruntuhan

Dari total 105 korban jiwa, hanya 48 orang yang meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa utama terjadi. Tambahan 57 korban lainnya berasal dari hasil operasi SAR Basarnas dan pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan namun tidak selamat. Faktor trauma, usia lanjut, dan kondisi anak-anak turut memperbesar angka kematian.

"Memang hasil dari operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas, kemudian dirawat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tidak selamat, kemudian juga ada yang trauma, ada yang lansia, ada anak-anak, sehingga menambah 57. Sehingga meninggal dunia sekarang 105 orang," tutur Suharyanto di hadapan Presiden.

Tujuh Kabupaten Terdampak, Getaran M 6,2 Masih Terasa

BNPB mencatat tujuh kabupaten di NTT masuk daerah terdampak, dengan Nagekeo menjadi salah satu wilayah terparah. Meski gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7 tidak lagi terjadi, aktivitas seismik masih tinggi. Suharyanto menyebutkan gempa berkekuatan 6,2 tercatat 143 kali dan masih dirasakan warga hingga hari ini.

"Tapi yang tidak ada lagi yang gempanya di atas 7,7. Ada gempa yang 6,2, ini dari Kepala BMKG nanti mungkin akan menjelaskan secara lebih rinci. Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa," jelas dia.

Fokus Pemerintah: Evakuasi dan Pemulihan Infrastruktur

Rapat yang digelar di lokasi terdampak ini menjadi sinyal pemerintah pusat menempatkan penanganan NTT sebagai prioritas. Hadir pula Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri, Kapolri, dan Wakil Panglima TNI, menandakan koordinasi lintas sektor melibatkan kementerian teknis hingga aparat keamanan.

Presiden Prabowo secara khusus menanyakan perkembangan gempa susulan hari ini kepada Kepala BNPB. "Dari hari ini?" tanya Prabowo. "Dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal satu kali, kemarin Bapak Presiden," jawab Suharyanto.

Langkah selanjutnya yang dinanti publik adalah percepatan rehabilitasi rumah rusak dan pemulihan layanan dasar bagi ribuan pengungsi yang tersebar di tujuh kabupaten. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri disebut masih melakukan pendataan menyeluruh atas kerusakan infrastruktur publik.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top