SUKOHARJO — Puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah unjuk kebolehan mengubah sorgum, yang selama ini kerap terlupakan, menjadi sajian bernilai jual tinggi. Lomba pengolahan makanan berbahan dasar sorgum ini berlangsung di lingkungan Ponpes Barokah, Nandan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, dan diikuti perwakilan DPD LDII dari 22 kabupaten/kota.
Kegiatan yang menunjuk DPD LDII Sukoharjo sebagai tuan rumah ini tidak sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, lomba ini menjadi ajang pembuktian bahwa sorgum bisa diolah menjadi beragam produk yang layak bersaing di pasar modern.
Ketua Panitia Okha Ferdiyan Putra menyebut tim juri berasal dari akademisi UIN, praktisi kuliner, dan perwakilan TP PKK Kabupaten Sukoharjo. Penilaian dilakukan menyeluruh terhadap tujuh kriteria utama.
“Indikator penilaian meliputi pemanfaatan sorgum, rasa dan mutu sensori, inovasi, tampilan penyajian, higienitas, potensi usaha dan harga jual, hingga presentasi di hadapan juri. Seluruh tim peserta akan mendapatkan apresiasi, dan satu tim terpilih menjadi juara umum,” jelas Okha.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang hadir langsung memberikan apresiasi atas inovasi berbasis bahan lokal tersebut. Menurutnya, sorgum menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk UMKM unggulan.
“Sorgum ini sangat adaptif, akarnya kuat dan dalam sehingga bisa tumbuh optimal di lahan-lahan tidur yang minim air. Melalui ajang ini, kita melihat langsung contoh nyata bahwa diversifikasi pangan itu ada dan sangat menarik,” ujar Eko Sapto.
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, menegaskan penguatan komoditas sorgum menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan pada gandum impor. Ia menilai sorgum kerap terlupakan dibanding beras dan jagung.
“Padahal, jika produktivitas petani ditingkatkan dan didukung bimbingan UMKM dari pemerintah, harga olahan sorgum bisa sangat bersaing dan sehat,” kata Prof. Singgih. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha, dan kelompok masyarakat mampu membangun ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan.
Okha menambahkan, lomba ini rencananya dijadikan agenda rutin berkala oleh DPW LDII Jateng. Hal ini untuk memperkuat kampanye diversifikasi pangan lokal di tengah masyarakat.
Acara tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto, Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo Fitria Eko Sapto, serta jajaran pengurus dan Dewan Penasihat LDII.