SEMARANG — Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah resmi ditutup dengan pengumuman kelulusan 45 peserta pada Jumat (14/8/2026). Meski telah berlangsung lebih dari empat bulan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah para pemimpin ini kembali bertugas.
“Yang terpenting adalah dampak dari pelaksanaan PKN ini nanti terhadap teman-teman peserta, setelah kembali bekerja,” kata Sumarno saat menutup acara di Kantor BPSDM Jateng, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi.
Dari total 45 peserta, sebanyak 15 orang meraih predikat sangat memuaskan dan 30 lainnya dinyatakan memuaskan. Penghargaan khusus diberikan kepada lima peserta terbaik, yakni Moh Edy Sukarno dari Kabupaten Semarang, Siswo Hartanto dari Kota Salatiga, Agus Sugiharto dari Pemprov Jateng, serta Bayu Adhinugroho Arianto dan Mia Banulita yang berasal dari Kejaksaan RI.
Kelimanya menerima piagam penghargaan dan medali. Seluruh peserta yang lulus juga mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan yang diterbitkan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Kepala BPSDM Jateng Uswatun Hasanah menegaskan bahwa proses pelatihan tidak berhenti di kelas. Pihaknya akan secara aktif memantau realisasi inovasi yang telah dirancang para peserta selama pendidikan.
“Kami masih akan mengundang dan menagih teman-teman semuanya, untuk membuat inovasi atau melaksanakan inovasi tersebut,” ujar Uswatun.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah agar materi kepemimpinan yang diberikan tidak menjadi dokumen mati. Para alumni diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi dan memberi contoh nyata bagi jajarannya.
Pelatihan yang berlangsung dari 7 April hingga 14 Agustus 2026 ini diikuti oleh unsur yang beragam. Komposisi peserta terdiri atas lima orang dari kementerian/lembaga, empat dari Pemprov Jawa Tengah, 26 dari pemerintah kabupaten, dan sepuluh dari pemerintah kota.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya belajar di kelas. Mereka juga mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Bantul dan Sleman dengan fokus pada isu ketahanan pangan.
Empat tema besar diangkat dalam visitasi tersebut, meliputi penguatan SDM pertanian, transformasi pemasaran produk berbasis inovasi, alih teknologi untuk akselerasi produksi, serta ketahanan pangan berkelanjutan melalui infrastruktur. Para peserta juga mendapat pembelajaran langsung dari Perum Bulog dan Bank Indonesia.
Sumarno menekankan bahwa pemimpin harus menjadi contoh dalam membangun budaya kerja dan integritas organisasi. Sikap dan perilaku seorang pemimpin, menurutnya, akan memengaruhi kinerja jajaran di bawahnya.
Ia berharap para alumni yang telah kembali ke instansi masing-masing mampu menggerakkan organisasi dan menerapkan hasil pembelajaran untuk meningkatkan kinerja secara nyata. Keberhasilan pelatihan ini, lanjut Sumarno, akan diukur dari perubahan yang terjadi di tempat kerja para peserta.