Skeleton 150 di Stirling Castle Diduga Korban Trebuchet Pertama dalam Sejarah, Begini Analisis Ilmuwannya

Penulis: Lukman Hakim  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:56:31 WIB
Kerangka berusia abad pertengahan yang ditemukan di Stirling Castle menunjukkan pola patah tulang yang konsisten dengan dampak proyektil trebuchet.

JAWA TENGAH — Buat kamu yang sering main game strategi medieval kayak Age of Empires atau Total War, trebuchet selalu jadi unit andalan buat ngehancurin tembok pertahanan musuh. Tapi di dunia nyata, senjata pengepungan ini punya jejak kekejaman yang nyata, dan bukti terbarunya ditemukan di bawah kapel Stirling Castle.

Temuan Skeleton 150 dan Konteks Pengepungan 1304

Kerangka yang dijuluki Skeleton 150 ini adalah satu dari lima kerangka yang digali pada 1997 di bawah kapel Stirling Castle. Berbeda dengan empat kerangka lain yang menunjukkan luka tusuk dan sayatan khas pertempuran jarak dekat, Skeleton 150 mengalami kerusakan yang jauh lebih parah.

Menurut analisis Jo Buckberry, bioarkeolog dari University of Bradford yang memeriksa temuan ini bersama Historic Environment Scotland, tulang-tulang tersebut menderita lebih dari 160 fraktur. Rinciannya meliputi kaki hancur, patah tulang besar di bahu, sekitar lima lusin patah tulang rusuk, dan 61 fraktur terpisah di tengkorak.

Pola Kerusakan yang Menyerupai Korban Tabrakan Kereta

Pola kerusakan ini yang membuat para peneliti yakin ini bukan kematian akibat terjatuh dari kuda atau tembok benteng. Buckberry menyebut kasus dengan pola cedera serupa paling sering ditemukan pada korban kecelakaan mobil atau orang yang tertabrak kereta api.

"Sepertinya dia dipukul dari belakang oleh sesuatu yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi," ujar Buckberry kepada Science. "Tapi bagaimana kamu menghubungkannya dengan seorang pria di Skotlandia abad pertengahan? Apa yang besar dan bergerak sangat, sangat cepat pada tahun 1304?"

War Wolf: Trebuchet Terbesar yang Pernah Dibangun

Jawabannya mengarah pada trebuchet bernama Loup-de-Guerre, atau yang lebih dikenal sebagai "The War Wolf". Mesin pengepungan ini disebut-sebut sebagai trebuchet terbesar yang pernah dibangun, digunakan pasukan Inggris pimpinan Edward I saat mengepung Stirling Castle pada 1304.

Catatan sejarah dalam Flores Historiarum menyebut proyektil dari mesin ini "menembus dua dinding luar... seperti anak panah menembus kain." Dampak sebesar itu tentu fatal bagi siapa pun yang berada di sisi lain dinding, dan Buckberry menegaskan bahwa pola patah tulang Skeleton 150 mengindikasikan area dampak yang sangat luas.

Relevansi Temuan bagi Komunitas Gaming

Buat pemain Mount & Blade II: Bannerlord atau Total War: Medieval II yang sering menghabiskan waktu berjam-jam mengatur sudut tembak trebuchet, temuan ini jadi pengingat bahwa senjata favoritmu di game adalah alat penghancur yang nyata di abad pertengahan. Bukan cuma soal angka damage di layar, tapi ada sejarah kelam di balik mekanik siege warfare yang sering kita anggap sepele.

Penelitian ini dipresentasikan di pertemuan ke-25 European Paleopathology Association dan menjadi sorotan karena berhasil menghubungkan bukti arkeologi dengan teknologi perang abad pertengahan. Bagi kamu yang tertarik dengan sejarah militer atau sekadar penasaran dengan asal-usul unit favorit di game strategi, temuan ini layak masuk daftar baca.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top