JAWA TENGAH — Pukulan penentu datang di hole terakhir. Burns, yang start dari hole 10, melakukan hole-out langsung dari bunker di green hole 18 untuk menutup putaran dengan birdie dramatis. Skor 62 (-8) itu membuatnya total 10-under par setelah dua putaran, memimpin sementara di Royal Birkdale.
Skor 62 yang dicatat Burns bukan sekadar angka. Ia bergabung dengan Lucas Herbert dalam buku rekor putaran terendah di turnamen major pria. Herbert sebelumnya menorehkan skor serupa di The Open 2025.
Pencapaian ini menempatkan Burns di jajaran elit pegolf yang mampu menembus angka 62 di major. Sebelumnya, hanya segelintir nama seperti Branden Grace (2017 US Open) dan Rickie Fowler (2023 US Open) yang pernah melakukannya.
Burns menjalani putaran dengan konsisten sejak awal. Namun, puncak performanya terjadi di hole 18 par-5. Setelah pukulan kedua yang kurang sempurna, bola mendarat di bunker depan green. Alih-alih bermain aman, Burns memilih untuk langsung memasukkan bola ke lubang — dan berhasil.
Wasit pertandingan menyebut pukulan itu sebagai "fantastic finish" yang langsung disambut sorak sorai penonton di Royal Birkdale. Momen tersebut menjadi pembeda antara putaran bagus dan putaran bersejarah.
Dengan skor total 10-under par, Burns memimpin klasemen sementara. Ia unggul dua pukulan dari peringkat kedua yang masih dalam persaingan ketat. Kondisi cuaca di Royal Birkdale yang cenderung bersahabat pada Jumat lalu turut membantu para peserta mencatat skor rendah.
Jika mampu mempertahankan performa di dua putaran tersisa, Burns berpeluang besar merebut gelar major pertamanya. Rekor putaran terendah yang ia cetak bisa menjadi fondasi menuju kemenangan di The Open 2026.