BOYALALI — Ribuan murid sekolah dasar dan menengah pertama negeri di Kabupaten Boyolali kini menjalani hari belajar yang lebih panjang. Uji coba sistem 5 hari sekolah menggantikan pola 6 hari yang sebelumnya berlaku, dengan jam tambahan di setiap harinya.
Program ini merupakan inisiatif Dinas Pendidikan setempat yang ingin menyelaraskan beban belajar siswa dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun, berbeda dengan daerah lain yang menerapkan secara bertahap, Pemkab Boyolali memilih skema uji coba langsung serentak.
Pemerintah Kabupaten Boyolali menegaskan bahwa kelanjutan sistem 5 hari sekolah ini tidak bersifat permanen. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan hasil evaluasi komprehensif yang dilakukan setelah masa uji coba satu semester rampung.
"Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh setelah masa uji coba satu semester berjalan," demikian pernyataan resmi dari Pemkab Boyolali.
Pemberlakuan sistem baru ini memicu beragam respons di lapangan. Sebagian orang tua menyambut positif karena anak-anak memiliki waktu lebih panjang di sekolah, namun sebagian lain mengeluhkan jam pulang yang lebih sore.
Para guru juga harus menyesuaikan metode pengajaran agar efektif dalam durasi yang lebih panjang. Belum ada laporan mengenai kendala berarti dalam pelaksanaan uji coba di hari-hari pertama.
Dalam sistem 5 hari sekolah, jam belajar efektif per hari ditambah untuk mengompensasi pengurangan jumlah hari. Mata pelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, hanya pendistribusian jam pelajaran yang dirombak agar tidak membebani siswa.
Beberapa sekolah melaporkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler kini dijadwalkan lebih awal agar siswa tetap bisa pulang sebelum petang. Pemkab Boyolali juga meminta sekolah menyediakan waktu istirahat yang cukup di sela jam belajar yang lebih padat.
Boyolali bukan satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang menerapkan sistem 5 hari sekolah. Beberapa kabupaten tetangga seperti Klaten dan Sukoharjo juga telah menjalankan kebijakan serupa, namun dengan skema sosialisasi yang lebih panjang.
Yang membedakan, Pemkab Boyolali langsung menerapkan uji coba tanpa masa transisi. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan efisiensi dan keseragaman jadwal antar sekolah negeri di wilayah tersebut.
Hasil evaluasi akhir semester nanti akan menjadi acuan apakah sistem ini dipermanenkan, di