CIBINONG — Spesies baru katak semak itu ditemukan di habitat perkebunan dan kawasan pegunungan dengan ketinggian menengah di lereng Gunung Merapi. Penemuan ini sekaligus menambah jumlah spesies endemik genus Philautus di Pulau Jawa yang sebelumnya hanya tiga spesies.
Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN yang dipimpin Alamsyah Elang Nusa Herlambang mengidentifikasi spesies ini lewat pendekatan taksonomi integratif. Metode itu menggabungkan analisis morfologi, filogenetik molekuler berbasis DNA mitokondria, dan analisis bioakustik.
"Philautus candrageni memiliki ciri tubuh berukuran sedang, struktur kepala dengan canthus rostralis yang tegas. Selain itu, pola panggilan kawin yang terdiri atas tiga nada berbeda," kata Alamsyah dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi BRIN, Senin lalu.
Karakteristik tersebut membedakan katak ini dari kerabat terdekatnya, terutama dari segi genetik dan pola suara.
Penelitian dilakukan melalui survei lapangan intensif di tiga lokasi: Gunung Ungaran, Pegunungan Menoreh, dan Gunung Merapi. Seluruh spesimen yang terkumpul kemudian dianalisis secara morfometrik dan genetik.
Tim juga mengkaji koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan di jurnal internasional Zootaxa Volume 5768 edisi Maret 2026.
Berdasarkan hasil penelitian, Philautus candrageni hanya ditemukan di lereng Gunung Merapi. Sebaran yang sempit membuat spesies endemik ini rentan terhadap perubahan lingkungan.
Alamsyah menilai spesies endemik dengan sebaran terbatas memiliki tingkat kerentanan yang tinggi. "Karena itu, diperlukan upaya konservasi yang lebih terarah untuk menjaga habitat alami spesies endemik. Tujuannya, agar keberlangsungan populasinya tetap terjaga di alam," ujarnya.
Penemuan ini menambah data penting mengenai keanekaragaman hayati amfibi Indonesia. BRIN menyatakan akan terus melakukan eksplorasi dan kajian biodiversitas secara berkelanjutan untuk memperkuat basis data ilmiah nasional dan strategi konservasi spesies endemik.