Darma Henwa Tunjuk Karni Ilyas sebagai Komisaris Independen, Perkuat Tata Kelola di Tengah Tekanan Batu Bara

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:55:01 WIB
Karni Ilyas resmi diangkat sebagai Komisaris Independen Darma Henwa untuk memperkuat pengawasan perusahaan.

JAWA TENGAH — Wakil Presiden Komisaris Independen Darma Henwa, Suadi Atma, menjelaskan bahwa perubahan susunan dewan komisaris bukan sekadar rutinitas. Perusahaan membutuhkan peran pengawasan yang lebih efektif untuk menghadapi ketidakpastian harga batu bara global dan tekanan regulasi domestik.

"Di tengah tantangan industri batu bara ke depan, Perseroan perlu memperkuat struktur bisnisnya pada tahun-tahun mendatang sehingga membutuhkan peran dewan komisaris yang baik dan efektif," ujar Suadi dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (30/6).

Susunan Komisaris dan Direksi Terbaru

Keputusan diambil dalam RUPST yang menyetujui pengangkatan Sukarni Ilyas—nama lengkap Karni Ilyas—sebagai komisaris independen. Masa jabatannya mengikuti ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Dengan perubahan ini, jajaran Dewan Komisaris Darma Henwa kini terdiri dari Bambang Irawan Hendardi sebagai Presiden Komisaris, Suadi Atma sebagai Wakil Presiden Komisaris Independen, serta Nalinkant Amratlal Rathod, Wisnu Wahyudin Pettalolo, dan Sorimuda Pulungan sebagai komisaris. Untuk posisi komisaris independen, selain Karni Ilyas, ada Gories Mere dan Agus Suharyono.

Sementara itu, posisi direksi tidak berubah. Presiden Direktur masih dijabat Teguh Boentoro, didampingi delapan direktur lainnya, termasuk Ahmad Hilyadi, Fredia Yuzirwan, dan Joseph Lembayung.

Apa Arti Kehadiran Karni Ilyas bagi Dewan?

Karni Ilyas dikenal luas sebagai jurnalis senior dan pendiri stasiun televisi berita. Latar belakangnya di industri media dinilai bisa membawa perspektif baru dalam pengawasan, terutama terkait transparansi informasi dan komunikasi publik.

Dalam struktur tata kelola perusahaan tambang, komisaris independen berperan krusial untuk memastikan tidak ada benturan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham. Kehadiran figur publik seperti Karni Ilyas juga diharapkan memperkuat kredibilitas Darma Henwa di mata investor.

Tekanan Industri Batu Bara dan Arah Perusahaan ke Depan

Darma Henwa bergerak di jasa pertambangan batu bara, sektor yang tengah menghadapi tekanan ganda: permintaan global yang melambat dan desakan transisi energi. Dengan struktur komisaris yang lebih solid, perusahaan berharap bisa menjalankan strategi bisnis yang lebih adaptif.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Darma Henwa serius menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Di tengah pasar modal yang makin selektif, penguatan dewan komisaris bisa menjadi nilai tambah bagi perusahaan untuk menjaga kepercayaan pemegang saham.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top