JAWA TENGAH — Penghargaan tersebut diterima langsung oleh VP Strategic Planning and Sustainability PGE, Lia Ayu Paramita. Ajang ini digelar oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bekerja sama dengan Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong. Penilaian dilakukan secara independen dan transparan oleh para peneliti dari kedua institusi tersebut.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan bahwa ESG bukan sekadar kewajiban administratif bagi perusahaannya. “Bagi kami, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional,” ujarnya dalam siaran resmi, Rabu (25/6).
Kinerja Operasional Ikut Menopang Reputasi Hijau
Capaian ini tidak datang tiba-tiba. Sepanjang kuartal I-2026, PGE mencatat pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 1.370 gigawatt-hour (GWh). Saat ini, perusahaan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW).
Dari jumlah itu, 727 MW dikelola langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW lainnya berjalan melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Dengan menguasai sekitar 70 persen kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE menjadi pemain kunci dalam sistem kelistrikan Indonesia sekaligus motor percepatan energi bersih.
ESG Jadi Daya Tarik Investor
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menambahkan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa disiplin keuangan dan tata kelola yang prudent bisa berjalan seiring dengan komitmen sosial dan lingkungan. “Pendekatan tersebut menjadi dasar penting bagi PGE untuk menjaga kepercayaan investor, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” kata Fransetya.
Komitmen itu juga terlihat dari skor ESG PGE yang mencapai 7,1 dari Sustainalytics pada Desember 2025 — menjadikannya yang tertinggi di antara perusahaan Indonesia. Di level global, PGE menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.
Raih PROPER Emas Hingga ke-15 Kali
Pada April lalu, PGE Area Kamojang meraih penghargaan PROPER Emas untuk ke-15 kalinya berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara PGE Area Ulubelu mencatatkan rekor serupa untuk keempat kalinya. Konsistensi ini menunjukkan bahwa operasional panas bumi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Ke depan, PGE menargetkan untuk terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan. Target ambisiusnya: menjadi produsen panas bumi terkemuka dunia (world leading geothermal producer) sekaligus pusat unggulan panas bumi (geothermal center of excellence).