JAWA TENGAH — Pemkab Magelang kembali menggelar job fair sebagai upaya menekan angka pengangguran. Bursa kerja yang berlangsung di Pendopo Lapangan Drh Soepadi ini diikuti oleh 36 perusahaan yang membuka 3.717 posisi. Acara ini bersifat inklusif, menyediakan peluang kerja bagi pencari kerja umum maupun penyandang disabilitas.
Kepala Bidang Penempatan Kerja dan Transmigrasi Disperinnaker Kabupaten Magelang, Rina S Nasution, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini. "Job fair ini dilaksanakan dalam rangka fasilitasi saudara-saudara kita, para pencari kerja, untuk bisa bertemu langsung dengan para penyedia lapangan kerja atau perusahaan-perusahaan yang membutuhkan," ujarnya di Magelang, Selasa.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan acara ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga. "Ini sudah kontinu. Tahun kemarin sudah. Kita melakukan seperti ini 4 bulan sekali," katanya. Ia berharap masyarakat yang sudah siap masuk dunia kerja bisa memanfaatkan momentum ini maksimal.
Pemkab Magelang juga mengantisipasi kekhawatiran pencari kerja soal perusahaan yang hanya mengumpulkan database tanpa perekrutan nyata. Bupati memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat. Fasilitas penunjang telah disediakan di lokasi agar proses rekrutmen bisa diselesaikan langsung di tempat.
Salah satu poin penting dalam job fair ini adalah sifatnya yang inklusif. Pemerintah daerah secara khusus menyediakan peluang bagi kelompok difabel untuk bersaing mendapatkan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Magelang untuk menciptakan pasar kerja yang adil bagi semua kalangan.
Bagi pencari kerja di Kabupaten Magelang dan sekitarnya, job fair ini menjadi jembatan langsung antara pelamar dan perusahaan. Informasi lebih lanjut mengenai daftar perusahaan dan posisi yang tersedia dapat diperoleh di lokasi acara atau melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat.