11 Gerai Daihatsu di Jakarta dan Jawa Timur Tutup, Mitra Dealer Beralih ke Merek China

Penulis: Lukman Hakim  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:01:31 WIB
Sebelas gerai Daihatsu milik Asco Automotive di Jakarta dan Jawa Timur resmi tutup per Juni 2026.

JAWA TENGAH — Kabar penutupan 11 gerai Daihatsu ini dikonfirmasi langsung oleh PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) pada Kamis (4/6). Namun, pihak ATPM memastikan bahwa peristiwa ini hanya terjadi pada satu mitra dealer saja, bukan bagian dari penutupan massal jaringan penjualan mereka.

Asco Automotive, Mitra Sejak 1989 yang Memilih Pisah

Seluruh gerai yang tutup merupakan milik Asco Automotive. Berdasarkan data perusahaan, mereka telah menjadi rekanan Daihatsu sejak 1989 dan juga mengelola dealer Isuzu serta UD Trucks. Dari 11 outlet yang berhenti beroperasi, lima di antaranya berada di area Jakarta, satu di Bekasi, dan lima sisanya di Jawa Timur.

Asco Automotive sempat mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebutkan bahwa mereka tidak lagi terafiliasi dengan Daihatsu mulai 1 Juni 2026, meski unggahan tersebut kemudian dihapus.

Daihatsu: Hanya Satu Mitra yang Berhenti dari 23 Grup Dealer

Customer Relation Division Head AI DSO, Tri Mulyono, menjelaskan bahwa penutupan ini terbatas pada satu perusahaan rekanan saja. "Jadi yang berhenti beroperasi adalah satu mitra dealer saja. Dealer tersebut saat ini memiliki 11 outlet resmi Daihatsu yang tersebar di area DKI Jakarta dan area Jawa Timur," ujar Tri melalui pesan singkat.

Daihatsu sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka menaungi 23 grup dealer dengan total sekitar 260 jaringan penjualan per April 2026. Separuh dari jaringan tersebut terafiliasi dengan Grup Astra, sementara sisanya adalah dealer independen seperti Asco. "Jadi yang berhenti beroperasi itu hanya dealer Asco dengan 11 outlet yang dimilikinya," tegas Tri.

Merek China Jadi Tujuan Baru Dealer Jepang

Fenomena peralihan mitra dealer dari merek Jepang ke China bukan kali pertama terjadi. Sebelum Daihatsu, sejumlah dealer mobil Honda juga dilaporkan banyak yang tutup dan beralih ke merek asal China. Perubahan orientasi bisnis ini didorong oleh pandangan para pengusaha dealer terhadap potensi produk elektrifikasi asal China yang mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sempat menyoroti tren ini. Ia mengatakan bahwa produsen Jepang harus mampu menyesuaikan perubahan permintaan pasar yang mulai bergeser ke kendaraan listrik. "Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV," tutup Agus.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top