BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah Luthfi memanfaatkan forum rembug pembangunan di Boyolali untuk menyoroti persoalan konkret yang menyentuh langsung kehidupan warga, yaitu maraknya serangan kawanan liar. Ia meminta agar persoalan ini tidak dianggap remeh dan masuk dalam prioritas penanganan di tingkat kabupaten.
“Jangan sampai warga resah karena hewan liar masuk ke pemukiman. Ini urusan keselamatan,” ujar Gubernur dalam forum yang digelar di salah satu eks karesidenan tersebut.
Forum rembug ini sengaja dirancang berputar di setiap eks karesidenan di Jawa Tengah. Tujuannya, menerapkan skema pembangunan yang tematik dan kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa.
Gubernur Luthfi menegaskan, pendekatan ini bukan sekadar seremonial. Setiap daerah diminta memetakan masalah paling mendasar warganya, termasuk ancaman dari satwa liar yang kerap merusak ladang atau bahkan melukai petani saat beraktivitas di kebun.
Warga di desa-desa yang berbatasan langsung dengan hutan atau kawasan konservasi menjadi pihak paling terdampak. Serangan kawanan babi hutan dan monyet ekor panjang, misalnya, kerap terjadi saat musim panen tiba.
Kerugian materiil yang diderita petani tidak sedikit. Dalam beberapa kasus, lahan jagung dan singkong milik warga habis dalam semalam. Gubernur meminta agar dinas terkait menyiapkan skema mitigasi yang konkret, bukan hanya imbauan.
Pemkab Boyolali diminta untuk segera mengintegrasikan penanganan konflik satwa liar ke dalam program pembangunan desa. Langkah mitigasi seperti pemasangan pagar listrik tenaga surya atau pembentukan tim respons cepat di tingkat kecamatan mulai dipertimbangkan.
Forum rembug ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu tentang jalan hotmix atau gedung baru. Bagi warga di lereng gunung, keamanan dari serangan hewan liar adalah infrastruktur sosial yang paling mendesak.
Gubernur tidak menyebutkan batas waktu spesifik, namun menekankan agar usulan dari desa segera dimasukkan dalam Musrenbang. Proses kolaboratif antar-tingkatan pemerintahan diharapkan bisa mempercepat realisasi program di lapangan.