SRAGEN — Warga yang melintas di Dukuh Plasan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, sontak terkejut setelah mendengar suara tangisan bayi dari sebuah kardus yang tergeletak di pinggir jalan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, saat seorang pemuda tengah dalam perjalanan pulang dari pengajian.
Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi telanjang tanpa kain pembungkus apa pun. Kardus tempatnya diletakkan juga tidak dilengkapi dengan surat atau identitas apa pun yang bisa mengungkap asal-usulnya.
Pemuda yang pertama kali menemukan, sebut saja Anton (25), mengaku sempat ragu saat mendengar suara tangisan di tengah malam yang sunyi. Ia mengira suara itu berasal dari kucing atau hewan lain. Namun, setelah mendekati sumber suara, ia melihat sebuah kardus cokelat berukuran sedang di semak-semak.
"Saya buka kardusnya, ternyata ada bayi. Saya langsung panik dan bingung harus berbuat apa," ujar Anton kepada warga setempat yang kemudian datang membantu. Ia segera melaporkan temuan itu ke perangkat desa setempat.
Warga yang datang ke lokasi segera membawa bayi tersebut ke rumah salah satu tetangga untuk diberi kehangatan. Bayi itu tampak sehat, tidak ada tanda-tanda luka fisik, dan masih aktif bergerak. Beberapa ibu-ibu di sekitar lokasi langsung memberikan susu dan selimut untuk menghangatkan tubuhnya.
Perangkat Desa Sidoharjo langsung berkoordinasi dengan Polsek Sidoharjo untuk menangani kasus ini. Bayi kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sidoharjo untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kapolsek Sidoharjo, AKP Budi Santoso, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa orang tua atau pihak yang membuang bayi itu. "Kami masih memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi dan meminta rekaman CCTV dari rumah warga terdekat," kata Budi.
Sementara itu, bayi perempuan tersebut saat ini dalam perawatan petugas medis dan dalam kondisi stabil. Jika dalam waktu dekat tidak ada pihak yang mengaku sebagai orang tua, bayi itu akan diserahkan ke Dinas Sosial Sragen untuk penanganan lebih lanjut, termasuk proses adopsi oleh keluarga yang berminat.