Pencarian

Program Sungai Lestari Kelola Sampah dari Hulu, Buka Peluang Ekonomi Sirkular

Minggu, 27 September 2026 • 12:08:01 WIB
Program Sungai Lestari Kelola Sampah dari Hulu, Buka Peluang Ekonomi Sirkular
Warga bergotong royong membersihkan sampah di Sungai Premulung, Surakarta, dalam Program Sungai Lestari.

JAWA TENGAH — Program Sungai Lestari mendorong pengelolaan sampah dari hulu di Sungai Premulung, Surakarta, dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber nilai. Warga terlibat langsung dalam pembersihan sungai menyambut Hari Sungai Sedunia, Minggu (27/9/2026). Pendekatan ini berpotensi menciptakan peluang usaha baru berbasis daur ulang di kawasan sungai.

Warga Surakarta bergotong royong membersihkan sampah di Sungai Premulung dalam rangkaian Program Sungai Lestari. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Sungai Sedunia yang jatuh pada Minggu (27/9/2026). Aksi bersih-bersih difokuskan pada pengelolaan sampah dari hulu sungai, bukan sekadar pembersihan di hilir.

Pendekatan Hulu ke Hilir dalam Pengelolaan Sampah Sungai

Program Sungai Lestari menempatkan penanganan sampah di bagian hulu sebagai langkah utama. Sampah yang tidak dikelola sejak awal akan terbawa arus dan menumpuk di muara, memicu banjir serta pencemaran. Dengan memutus aliran sampah dari sumbernya, beban pembersihan di hilir berkurang signifikan.

Warga yang terlibat tidak hanya membersihkan, tetapi juga memilah sampah organik dan anorganik. Sampah plastik dan kertas dipisahkan untuk kemudian masuk ke rantai daur ulang. Sementara sampah organik diolah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan kembali.

Ekonomi Sirkular: Sampah Jadi Sumber Nilai Tambah

Konsep ekonomi sirkular yang diusung program ini mengubah cara pandang terhadap sampah. Limbah yang selama ini dianggap beban bisa menjadi bahan baku produk bernilai jual. Plastik daur ulang dapat diolah menjadi biji plastik, kerajinan, atau bahan bangunan alternatif.

Peluang usaha berbasis daur ulang membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar sungai. Pengumpul sampah, pengrajin, hingga pengepul bahan daur ulang bisa terlibat dalam rantai nilai ini. Potensi ekonominya tidak kecil, terutama jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.

  • Kompos dari sampah organik untuk pertanian kota
  • Kerajinan tangan dari plastik dan kain bekas
  • Biji plastik daur ulang untuk industri manufaktur
  • Pupuk cair dari limbah rumah tangga

Peran Warga dan Komunitas dalam Menjaga Sungai

Keberhasilan Program Sungai Lestari bergantung pada partisipasi warga. Kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi kunci. Tanpa perubahan perilaku, program pembersihan hanya bersifat sementara.

Komunitas lokal berperan sebagai penggerak utama di lapangan. Mereka mengorganisir kegiatan rutin, mengedukasi tetangga, dan mengawasi titik-titik rawan pembuangan sampah. Pendekatan berbasis komunitas ini lebih efektif dibanding penegakan aturan semata.

Hari Sungai Sedunia sebagai Momentum Perubahan

Peringatan Hari Sungai Sedunia menjadi pengingat bahwa sungai adalah aset bersama. Sungai yang bersih mendukung kesehatan warga, mengurangi risiko banjir, dan menjaga ekosistem air. Selain itu, sungai yang terkelola baik bisa menjadi daya tarik wisata dan sumber penghidupan.

Program Sungai Lestari menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dari hulu bukan hanya soal lingkungan. Ada dimensi ekonomi yang bisa digarap, terutama melalui ekonomi sirkular. Jika direplikasi di daerah lain, dampaknya bisa lebih luas bagi pengurangan sampah nasional.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks