TEGAL — Wisuda kali ini terbagi dalam dua sesi sebagai upaya universitas menjaga kekhidmatan prosesi akademik bagi seluruh wisudawan dan keluarga yang hadir. Dari total 965 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyumbang angka terbanyak dengan 364 orang, disusul Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 142 lulusan, serta Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer 137 lulusan.
Rincian lainnya, Fakultas Hukum meluluskan 106 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 83 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 18 orang, dan jenjang Pascasarjana 115 orang. Prosesi dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, jajaran pengawas, pembina, dan pengurus Yayasan Pendidikan Pancasakti, senat, dekan, dosen, pegawai, orang tua wisudawan, serta tamu undangan.
Rektor Ingatkan Gelar Akademik Bukan Sekadar Tambahan Nama
Dalam sambutannya, Rektor UPS Prof. Dr. Taufiqulloh menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia menekankan bahwa kelulusan bukan hanya pengakuan atas selesainya jenjang pendidikan, melainkan juga tanggung jawab baru yang harus diemban.
"Gelar akademik yang Saudara sandang bukan semata-mata tambahan di belakang nama. Gelar itu adalah simbol kompetensi, integritas, tanggung jawab, dan kepercayaan masyarakat," ungkap Taufiqulloh.
Menurutnya, dunia saat ini berubah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Perubahan tidak lagi berlangsung dalam hitungan tahun, tetapi bisa terjadi dalam hitungan bulan bahkan hari. Artificial intelligence, otomatisasi, big data, ekonomi digital, dan perubahan pola kerja disebutnya telah mengubah hampir seluruh bidang kehidupan.
Kompetensi Bisa Usang, Karakter Tidak
Taufiqulloh menyoroti bahwa profesi yang dahulu dianggap aman kini dapat berubah, sementara kompetensi yang hari ini dianggap mutakhir bisa menjadi usang beberapa tahun mendatang. Batas geografis dalam pendidikan dan pekerjaan pun semakin tipis seiring perkembangan teknologi digital.
"Profesi yang dahulu dianggap aman dapat berubah. Kompetensi yang hari ini dianggap mutakhir dapat menjadi usang beberapa tahun mendatang. Batas geografis dalam pendidikan dan pekerjaan juga semakin tipis. Namun ada satu hal yang tidak boleh berubah yakni karakter," tambahnya.
Pesan itu menjadi penutup rangkaian prosesi wisuda yang berlangsung sejak pagi hingga siang. UPS menargetkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu memberi dampak di kancah global.