JAKARTA — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik kesepakatan pemanfaatan empat candi sebagai ruang ibadah. Menurutnya, penguatan fungsi keagamaan pada Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon tidak hanya penting bagi umat Hindu dan Buddha. Kesepakatan itu juga dinilai dapat memperkuat daya tarik wisata religi di Jawa Tengah.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menilai penguatan fungsi keagamaan candi dapat membentuk pola kunjungan yang berbeda. Candi tidak lagi hanya menjadi destinasi wisata untuk melihat peninggalan sejarah. Keempatnya juga menjadi tujuan umat untuk menjalankan aktivitas keagamaan.
Pola Kunjungan Baru: dari Destinasi Sejarah Menjadi Tujuan Ibadah
Gus Yasin mengibaratkan pola tersebut seperti Makkah dan Vatikan yang memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan perjalanan keagamaan. Ketika Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon semakin dihidupkan sebagai ruang ibadah, aktivitas keagamaan dapat menjadi magnet yang mendorong umat datang kembali. Pengunjung pun berpotensi menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut.
Dampaknya, kata dia, tidak berhenti pada aktivitas ibadah. Pergerakan pengunjung juga berpotensi menghidupkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat, mulai dari perhotelan hingga UMKM di sekitar kawasan candi.
"Perekonomian bukan hanya perhotelan, akan tetapi juga perekonomian yang ada di UMKM karena ibadah itu sebuah magnet tersendiri," katanya.
Wisata Berkelanjutan dan Indikator Kunjungan Ulang
Menurut Taj Yasin, penguatan fungsi keagamaan candi sejalan dengan visi Jawa Tengah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Salah satu indikator keberhasilan pariwisata, menurutnya, bukan semata-mata jumlah kunjungan. Keinginan wisatawan untuk kembali dan tinggal lebih lama juga menjadi ukuran.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, candi bukan sekadar bangunan peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai spiritual, sejarah, kebudayaan, dan pesan peradaban yang perlu terus dijaga.
"Candi tentu bukan sekedar bangunan peninggalan masa lalu. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai spiritual, sejarah, kebudayaan, sekaligus juga pesan peradaban," kata Nasaruddin.
Kelanjutan Kerja Sama Sejak 2022
Nasaruddin menjelaskan, kerja sama pemanfaatan candi untuk kepentingan keagamaan tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dibangun sejak 2022. Penandatanganan nota kesepakatan di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, melibatkan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY.
Dengan kesepakatan ini, keempat candi diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata sejarah. Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon kini memiliki payung kerja sama yang lebih jelas sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha.