Pencarian

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo: 56 Kali Water Bombing, 28 Ribu Liter Air Dikerahkan dari Udara

Senin, 07 September 2026 • 17:46:01 WIB
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo: 56 Kali Water Bombing, 28 Ribu Liter Air Dikerahkan dari Udara
Helikopter Polri melakukan 56 kali water bombing dengan total 28.000 liter air untuk memadamkan kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo.

SOLO — Upaya pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terus berlangsung hingga hari ketiga. Dari jalur udara, helikopter Polri telah menggelar 56 kali water bombing dengan total volume air mencapai sekitar 28.000 liter yang dijatuhkan tepat di area yang terbakar.

Operasi udara ini berjalan beriringan dengan pemadaman dari jalur darat. Personel gabungan yang terdiri atas Polri, TNI, dan pemadam kebakaran (Damkar) Solo Raya masih terus menyisir kawasan TPA untuk memadamkan titik api serta melakukan proses pendinginan.

Kapasitas 500 Liter per Penerbangan, Air Diambil dari Bengawan Solo

Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani merinci, dari total 56 kali water bombing tersebut, hari pertama menjadi yang paling intens dengan 26 kali penerbangan. Memasuki hari kedua, frekuensinya menurun menjadi 20 kali, dan pada hari ketiga ini tercatat 10 kali penerbangan.

“Selama tiga hari water bombing yang dilakukan Polri sebanyak 56 kali. Hari pertama 26 kali, hari kedua 20 kali, dan hari ini 10 kali,” kata AKP Lingga.

Setiap kali terbang, helikopter mengangkut sekitar 500 liter air. Sumber air diambil langsung dari Sungai Bengawan Solo, kemudian diterbangkan menuju kawasan TPA dan dijatuhkan pada titik-titik yang masih memunculkan api maupun asap tebal.

“Untuk kapasitas airnya sekitar 500 liter sekali angkut dan air diambil dari Sungai Bengawan Solo,” jelasnya.

Bara di Dalam Tumpukan Sampah Jadi Kendala Terbesar

Dukungan water bombing dari udara dinilai krusial untuk mempercepat penanganan, terutama pada titik api yang berada di sela-sela tumpukan sampah yang sulit dijangkau alat pemadam dari darat. Namun, tantangan terbesar justru muncul setelah api di permukaan mulai padam.

Tebalnya lapisan sampah membuat bara api dapat bertahan lama di bagian dalam. Kondisi ini berisiko memunculkan kembali titik api kapan saja jika tidak segera didinginkan secara menyeluruh.

Karena itu, tim gabungan tidak hanya fokus memadamkan api terbuka. Petugas di darat secara berulang melakukan penyiraman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, sambil menyisir area yang masih mengeluarkan asap menggunakan selang dan peralatan pemadam.

Operasi Berlanjut Hingga Api Dipastikan Padam Total

Hingga Minggu (6/9/2026) siang, proses pemadaman dan pendinginan masih berjalan. Personel gabungan tetap disiagakan di kawasan TPA Putri Cempo untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik api.

“Untuk kegiatan pemadaman sudah kami lakukan sejak kemarin. Sampai saat ini kami masih melakukan pemadaman dan akan terus dilakukan sampai selesai,” ujar AKP Lingga.

Koordinasi antara Polri, TNI, dan Damkar Solo Raya terus diperkuat untuk menentukan titik prioritas penanganan. Operasi akan terus dilanjutkan sampai seluruh titik api berhasil dipadamkan dan kawasan TPA Putri Cempo dinyatakan aman dari potensi kebakaran susulan.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks