KUDUS — Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Tanjungrejo dan Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, Rabu (2/9), ditandai penandatanganan prasasti dan disaksikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris serta jajaran Forkopimda setempat.
Jembatan ini dibangun untuk membuka isolasi jalur antar-desa sekaligus menjamin keselamatan akses pendidikan dan perekonomian warga. Sebelumnya, petani di dua desa itu hanya bisa menyeberangi Sungai Logung lewat jalan setapak yang kerap terputus saat debit air naik di musim hujan.
Petani Kini Bisa Jual Langsung ke Tengkulak tanpa Perantara
Ketua RW 06 Desa Tanjungrejo, Abdul Rosyid, menyebut jembatan ini sudah dinantikan warga selama berpuluh-puluh tahun. Saat musim hujan tiba, petani tidak bisa menjangkau ladang di sisi timur sungai, sehingga hasil bumi telantar dan harganya anjlok karena pembeli kesulitan mengakses lokasi.
“Dulu kalau musim hujan petani tidak bisa menyeberang ke ladang di sisi timur. Akibatnya, harga jual hasil bumi anjlok karena pembeli kesulitan mengangkut barang. Sekarang mobil sudah bisa melintas, dan tengkulak bisa langsung ambil hasil panen,” kata Rosyid.
311 Jembatan Garuda Merah Putih Rampung di Jawa Tengah
Program Jembatan Garuda Merah Putih merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan Kodam IV/Diponegoro. Mayjen TNI Achiruddin Darojat menegaskan, pemilihan lokasi pembangunan didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat, bukan pertimbangan lain.
“Jembatan ini dibangun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Kami di Kodam IV/Diponegoro tidak pilih kasih dalam menentukan lokasi. Daerah yang memang benar-benar membutuhkan, penerima manfaatnya banyak, dan menjadi jalur vital interkoneksi desa akan kami prioritaskan,” ujar Achiruddin.
Hingga saat ini, jajaran Kodam IV/Diponegoro telah menyelesaikan 311 unit jembatan di wilayah Jawa Tengah. Pemerintah kabupaten se-Jawa Tengah diminta mengajukan data lokasi prioritas untuk pembangunan minimal 100 jembatan tambahan.
TNI Juga Fokus pada Penanganan Kekeringan
Selain pembangunan jembatan, Kodam IV/Diponegoro menjalankan program Menunggal Air untuk mengatasi dampak kekeringan di sejumlah daerah. Program ini mencakup pembuatan sumur bor, penyediaan tangki penampungan air, hingga penyaluran air bersih ke permukiman warga.
Gotong Royong Warga dan TNI Percepat Jalan Penghubung
Pembangunan jembatan memicu percepatan infrastruktur pendukung di Desa Tanjungrejo. Pemerintah desa setempat mengecor jalan penghubung dari RW 06 menuju Desa Klaling, dikerjakan bersama antara warga dan personel TNI selama proses konstruksi hingga jembatan beroperasi penuh.