Rumah layak huni bukan sekadar standar, melainkan kebutuhan dasar. Di Kabupaten Kendal, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala klasik dalam pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, kolaborasi lintas sektor hadir memberi jawaban.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kendal tergerak. Tahun ini, mereka menargetkan tiga unit rumah RTLH selesai dibedah dalam sebulan. Salah satu penerima manfaat adalah Widiyanto, seorang pedagang yang tinggal bersama istri dan dua anaknya.
Harapan Baru di Tengah Keterbatasan
Widiyanto mengaku tak menyangka. Rumah yang selama ini ditinggalinya bersama keluarga akan segera berubah wajah. Kabar itu ia terima saat relawan PMI mendatangi rumahnya dan menyampaikan bahwa tempat tinggalnya masuk dalam program bedah rumah.
Kaget dan haru bercampur jadi satu. Ia kemudian diminta melengkapi sejumlah persyaratan administrasi. “Tahu-tahu dari pihak PMI datang ke rumah, kemudian menyampaikan kalau rumah saya akan diajukan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Saya diminta menyiapkan fotokopi KTP dan persyaratan lainnya. Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih,” katanya, Rabu (2/9/2026).
Sehari-hari, Widiyanto mengais rezeki di sekitar pasar. Keluarganya kini tengah menanti kelahiran anak ketiga. Bantuan ini terasa begitu berarti, terlebih kondisi rumah lamanya cukup memprihatinkan.
Bagi Widiyanto, rumah adalah benteng terakhir keluarga. “Alhamdulillah sekali. Saya sangat berterima kasih kepada PMI, Bu Wati, seluruh relawan,” ujarnya.